Wednesday, 2 February 2011

Di Balik Papan


Terpendam dalam sunyi
Merangkai rahasia di balik papan
Banyak prasangka tertuju
Karena polosnya hati kami

Kami selalu bertanya
Tentang semua yang ada di balik papan?
Tersimpan etika dan pahala
Atau banyak pula dusta terpendam

                        Prasangka selalu menghujam kalian
                        Dari kami rakyat jelata yang lelah
                        Akan tindak semau kalian, menindas kami dalam kesengsaraan

Kau suruh aku untuk diam
Tapi kau malah terus berbicara
Kau suruh aku untuk tinggalkan itu
Tapi dirimu selalu melakukannya sendiri
Kau suruh aku untuk menganut semuanya
Tapi kau buat diriku jenuh akan semua

Keadilan telah ternoda dari kalian yang memaki kami
Dari gedung-gedung pencakar langit yang menjadi tongkronganmu
Kepada kami rakyat jelata, rakyat-rakyat jalang
Yang selalu tertindas akan semua ini
Kepada kami juga anak-anak yang terlantar
Demi sesuap nasi untuk mengisi perut kami yang kosong
Kosong akan keadilan
Kosong akan kemakmuran
Kosong akan kelaparan ilmu dan harta

                        Resah kami tak tergubris
                        Tulikah kalian, butakah kalian ?
                        Aspirasi-aspirasi kami banyak tersendat
                        Impian kami untuk itu terkubur dalam-dalam
                        Karena keangkuhan kalian berkuasa di atas

Apa yang harus ku lakukan ?
Begini, kau nilai salah
Begitu, kau hargai dengan ludahan
Kesana-kemari, kau teriaki aku dengan maling

            Sebenarnya ada apa di balik papan ?
            Kau sembunyikan konflik pelarian hak kami
            Kau sembunyikan itu semua dari pandangan kami
            Hingga kau menganggap kami ini orang buta
            Tak tahu apa-apa yang kalian pendam

                        Terlalu resah hati ini padamu
                        Hingga hati ini menjadi kumal
                        Akan aspirasi, kata hati kami yang terus terpendam
                        Tak akan pernah kau gubris sama sekali

            Kau sudah tahu itu Dzalim, itu salah dan itu Dusta
            Tapi kau masih saja berani melanggar TAP. Tuhan
            Hanya hidayah, Inayah yang dapat sadarkanmu
            Kami hanya rakyat jelata cuma pasrah terhadap itu semua

Rabiul Awwal 1431 H, Habib Arafat                                        
(Dimuat di Mading PPRM Jagalan, Puisi terbaik PPRM Jagalan 2010, dan diikutkan lomba Mading se Kabupaten Kudus-Mading et_Tasywiq MA NU TBS-sekaligus menjadi juara I)

0 tanggapan:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html