Thursday, 3 February 2011

Mencari Cinta Diatas Mimbar


“ Kring………” suara ponsel Taqwa berbunyi dengan sangat keras dan terus menggerutu hingga membangunkannya dalam tidur. Terbangun dan mencari-cari ponsel yang jauh dari jangkauannya. Dilihatnya sepenggal nomor tanpa ada nama dalam ponsel yang sudah lama berbunyi. Diangkatlah ponsel yang sudah terbilang jadul itu. Terjadilah pembicaraan yang cukup lama antara Taqwa dan 085865845XXX. Setelah lama berbicara ternyata yang di ajaknya bicara via telepon adalah Ida.

Ida adalah sahabat Sdnya yang berbeda keyakinan dengannya. Ida menginginkan taqwa untuk bertemu dalam acara seminar antar agama yang di selenggarakan DEPAG di kantor DEPAG. Waktu telah menanti keduanya untuk mengawali sebuah perjalanan cinta. Mereka yang sudah berada pada tingkat pendidikan setingkat SMA. Taqwa yang berada di Perguruan As Salafiyyah di kudus, sedangkan Ida sedang menjalani pendidikan di SMK Kristen di Jakarta. Mereka berdua tak sabar menginginkan sebuah pertemuan itu.

Waktu telah tiba yang menunjukkan pukul 08:30 WIB, Taqwa sudah menanti Ida di depan gerbang Gedung seminar.”Lama banget sich Ida, sudah ku tunggu 30 menit lebih tapi masih juga belum nongol batang hidungnya,di mana ini, mana acara udah mulai” gumam taqwa dalam hati.

Tiba-tiba datang dengan mengejutkan dari belakang taqwa “ door…..” surprise Ida pada Taqwa

“Allah…..” dengan kagetnya karna tiba-tiba dikejutkan Ida

Setelah mengerjai Taqwa, Ida pun mengawali pembicaraan tatap muka yang sudah lama tak mereka berdua lakukan karna karier dan cita-cita yang berbeda dari mereka.

“Gimana Kabarnya, Taqwa?”

“alhamdulillah,Rabb masih beri kesehatan hingga sekarang, lah kamu gimana?”

“Baik-baik saja, tuhan Allah senantiasa bersamaku”

“Eh….. Ida, dari mana saja tadi ? dah 30 menit lebih kaki ini berdiri menunggu kehadiranmu”

“Maaf dech…….. tadi aku ada sedikit masalah yang terjadi di rumah”

“ Dah yuck masuk ke gedung, acaranya dah mulai dari tadi”

Setelah lama berbicara diluar, akhirnya mereka meninggalkan tempat tersebut untuk masuk ke gedung seminar untuk mendengarkan diskusi antar agama. Meski keduanya berbeda keyakinan, akan tetapi kerukunan yang di jalin mereka agaknya tak terjadi masalah. Berjam-jam berlalu dan akhirnya acarapun telah usai . mereka langsung pergi meninggalkan tempat kejadian.

Tanpa pikir panjang Ida langsung mengajak taqwa."taqwa, ikut aku ke mall bentar”. Kala sepatah kata ajakan telah keluar sehingga membuat taqwa bingung untuk menjawabnya. “tapi da, aku belum melaksanakan peribadatanku pada sang pencipta, tunggu bentar”.

“ya, ga pa-pa” sahut Ida.

Setengah jam berlalu, jenuh pun di rasakan Ida yang menunggu Taqwa melaksanakan peribadatannya."Lama banget sih, dah 30 menit berlau” gumam Ida. Tiba-tiba taqwa mengejutkan Ida dari belakang.

‘ ya ampun…….” Teriak Ida karna kaget.

“jadi berangkat ga’” tanya taqwa.

“ Jadi…… lah, masa dah nunggu lama ga’ jadi” Jawab Ida.

Kemudia keduanya bergegas pergi dengan motor Vario Ping milik Ida. Dalam perjalanan mereka terus berbincang-bincang , rayuan-rayuan gombal taqwa kepada lia terus menghujam.Sesampainya di Mall Ida langsung bergegas ke bagian butik pakaian. Sejam lebih Ida memburu pakaian di selingi canda dan permintaan Ida tu memilihkan pakaiannya oleh Taqwa.

Berjam-jam waktu di habiskan Ida bersama taqwa menjelajahi seluruh Mall. Waktu menjadikan keduanya lapar dan akhirnya mereka mampir di Bar Turkey. Waktu yang di tunggu taqwa untuk bercinta da berdakwah pun tiba kla mereka makan terjadi obroln yang sangat lama.

”Ida, boleh kah aku ngobrol panjang denganmu” ajak taqwa untuk mulai sebuah cinta di atas mimbar.

“ ya, enggak apa-apa, kalau mau ngomong, ngomong aja."

“Dalam hidup, setiap individu pasti membutuhkan sebuah sandaran."

“ya,”

“Lah…… sandaran individu yang pertama adalah jati diri, tetapi seandainya individu itu adalah sebuah pohon kecil yang akarnya rapuh, sedangkan jati dirinya tidak bisa menopang untuk hidup dan pohon kecil itu membutuhkan sandaran yang kedua, jika pohon kecil itu adalah aku, apakah kamu mau menjadi sandaran hati si pohon kecil tadi?”

“Sebetulnya raga ini rapuh jika tak ada yang menopangnya untuk menghadapi kerasnya hidup, tapi seandainya ada yang mau menopang untuk menjadi sandaran hati dari satu hati ke hati yang lain mungkin raga ini terima dan akan mau untuk menjadi sandaran hati si pohon kecil itu.”

“Jadi kamu mau menjadi sandaran hati ini?”

“Raga ini akan mau menjadi sandaran hati buatmu”

Kala percakapan keduanya telh berakhir. Pulanglah mereka setelah mereka makan dan menjalin sebuah ikatan antara dua keyakinan yang berbeda.

Malam harinya Taqwa pun teringat akan kejadian yang barusan terjadi antaranya dengan Ida. Dua insan yang berbeda pun bisa terjadi. Tapi Taqwa memikirkan bagaimana caranya agar ke depannya tak sampai berantakan. Berfikir di bawah naungan qubah buatnya tak salah jika dia mengambil keputusan. Dan akhirnya Taqwa mengambil ponsel yang jadul itu untuk mengirimkan sebuah pesan elektronik.

“ Sebenarnya tak ku inginkan bila kita itu bahagia dan bersama dalam dunia yang fana ini, tetapi ku ingin kita kan bersama di dalam hari akhir. Dan kita tak terpisah antara neraka dan surga."

“ Maksud smsmu itu apa?”

“ Ku ingin keyakinan dalam hatimu berubah dalam kebersamaan keyakinan yang hakikatnya di benarkan tuhan.”

“ memangnya aku punya keyakinan yang menyalahi kebenaran dari keyakinan yang kau anggap benar.”

“ sebelumnya aku meminta maaf padamu jika aku akan menyakitimu, namun yang ku inginkan adalah yang terbaik kelak ketika kita kan menjalani sebuah kebersamaan yang hidup bersama dan abadi. Mungkin kau anggap jesus adalah tuhan mu dan maria adalah istri Allah ,tetapi yang benar adalah Jesus dan Maria adalah sama seperti kita namun derajat mereka melebihi derajat kita. Namum kau menganggapnya berlebih. Dan setelah kedudukan mereka lenyap karna yudas sang penghianat kemudian di utuslah Muhammad yang sekarang menjadi nabi bagi kami. Tolong dapati ini jangn lah dengan egomu tapi dapati ini dengan pemikiran yang lurus.”

Setelah berlama-lama sms-an demi sebuah keyakinan yang kan bersama dalam hidup di surga. akhirnya Taqwa pun bisa lega karna Ida dapat menerima keyakinan yang ia anggap benar ternyata kesalahan yang menghantarkannya kesesatan. Dan Idan pun dapat mengucapkan dua kalimat persaksian kepada keyakinan sebagai komitmen seorang muslim. Enam tahun berlalu mereka lewati dengan bahagia dan iman dan akhirnya pelaminan sudah berada di depan mata. setelah menjalin kebersamaan yang kan abadi hingga akhir hayat dan kelak di syurga , taqwa tak lupa untuk mencari cinta Rabb dengan mencari cinta di atas mimbar.

2009

*dimuat etTAsywiq MA NU TBS Kudus

0 tanggapan:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html