Tuesday, 8 March 2011

TAKDIR, I Don’t Know

Sementara itu, disodori pertanyaan tentang “takdir yang bisa merubah masa depan dan takdir yang tidak akan merubah masa depan”. Dari 48 pelajar sample dari perwakilan sekolah-sekolah yang ada di Kudus. 46% Resya merasa “tahu” tentang “takdir yang bisa merubah masa depan dan takdir yang tidak akan merubah masa depan”.
M. Hasan Shiddiq salah satunya. Santri yang berdomisili di PPRM Jagalan ini merasa mengetahui tentang “takdir yang bisa merubah masa depan dan takdir yang tidak akan merubah masa depan”. Dengan nada keangkuhannya ia berujar “Itu kan makanan kita sehari-hari. Sebagai generasi AsSalafy wajib tau donk soal tauhid!!”(Sebenarnya tahu apa enggak sich.red). Santri yang kerap dipanggil Hasan ini mendapat dukungan dari rekanitanya yaitu Purwanti. Purwanti akan menjelaskan maksud dari mas Hasan itu sebenarnya apa. “Takdir Mubram dan takdir ghairu mubram/Muallaq. Takdir Muallaq bisa berubah dengan adanya kita ikhtiyar dan berdo’a” celetuk santriwati II Ulya MADIPU TBS atas pembelaan terhadap statmentnya Hasan. Dukungan juga datang dari teman sekelasnya Purwanti yaitu Hani Am Maria. ”Takdir bisa dirubah dengan do’a dan ikhtiyar. Ada yag tidak bisa dirubah(Mati. Dll). Semua sudah kehendaknya” koarnya sak ba’danipun tangi saking tilemipun. Dukungan terus datang, kali ini dari Kontingen MA Qudsiyyah yaitu M. Ni’am. “Mubram: tidak bisa dirubah : Mati. Muallaq: bisa dirubah: Prestasi” tuturnya dengan penyampaian yang sangat amat singkat dan sesingkatnya.
Sementara itu, 8% Resya(4 pelajar) mengaku “Lupa” tentang “takdir yang bisa merubah masa depan dan takdir yang tidak akan merubah masa depan”. Yani’atu Hujjatunnafiah salah satu yang berani angkat suara dengan lantang kalau dia “lupa”. “ kalau diingat-ingat. Takdir yang bisa merubah tidaknya itu termasuk rahasia Allah. Kita hanya mampu untuk berusaha dan berdo’a juga berikhtiyar dalam menentukan masa depan yang baik untuk kita.” Tutur siswi XI IPA 1 MA NU Mu’allimat dengan ketakutannya yang amat mendalam( lagi amnesia kali ya….red).
Sedangkan Resya yang mengaku “tidak tahu” berjumlah sama dengan Resya yang mengetahuinya. “Karena semuanya kembali kepada Allah dan manusia itu sendiri. Namun, perlu ditekankan lagi bahwasanya takdir yang terjadi juga karena sikap dan tingkah laku perbuatan manusia itu sendiri” ungkap Dewi Asas Millah XI IPA 2 yang menjabat sebagai ketua Osis MA NU Mu’allimat . Dukungan juga datang dari rekan seperguruannya yaitu Noor Khasanah. “ karena takdir hanya Allah yang tahu. Akan tetapi, kita juga harus tetap berusaha. Karena takdir mencerminkan kepribadian seseorang” ujar Siswi kelas XI IPA 1. Dukungan juga datang dari siswa SMA N 1 Kudus yakni Aminudin F. dia merasa bahwa takdir itu ditangan Tuhan. Sehingga kita tidak mengetahuinya. “Tidak tahu. Takdir ditangan Tuhan” tuturny polos. Tak mau ketinggalan kali ini statement datang dari Ryan. Siswa yang mengaku pecinta berat Avenged sevenfold ini berasumsi kalau dia tidak tahu apa-apa. “ I Don’t Know What-what” celetuk siswa XI B MA NU TBS dengan bahasa inggris yang masih tertatih-tatih untuk mengejanya satu per satu.[A_Ra]

Siapkan Masa Depan, Sebelum Melangkah

Sementara itu, disinggung mengenai pertanyaan tentang “persiapan untuk menjadi insan yang sukses dan mempunyai masa depan yang cerah” dari 51 pelajar , ternyata banyak yang mengaku “Sudah” pada posisi tertinggi. Disusul dengan opsi “belum” diklasemen kedua, sedangkan diposisi terakhir bersemayam “opsi lain” yang punya banyak statement yang berbeda-beda.
69% Resya mengaku “sudah” mempersiapkan masa depannya. Muh. Fajrul Falah Munif salah satunya, dia merasa sudah mempersiapkan masa depannya dikarenakan dia sudah merencanakan masa depannya, maka dia akan mempunyai motivasi untuk menggapai masa depannya itu. “Karena, kalau kita sudah merencanakan masa depan kita. Maka kita akan mempunyai motivasi untuk mencapai masa depan itu,” tutur siswa MAN 2 yang duduk dibangku X-5ini. Dukungan kini datang dari dua sejoli XI IPA MA NU TBS yaitu Abdul Lathif Azhar Al Hanan dan Muhammad Taqiyuddin. “ Sebenarnya masalahnya bukan sudah atau belum. Melainkan mau atau tidak untuk mempersiapkan masa depan kita dengan sebaik-baiknya.” Tutur Lathif. Dan Taqiyuddin juga menambahkan, “Oh, kalau yang satu ini bagi saya adalah sebuah keharusan yang willy nilly harus dilakukan.” Tambahnya dengan kesungguhan yang sungguh-sungguh. Dukungan terus mengalir bak aliran sungai ciliwung(ups…. Kali gelis maksudnya.red), kini kontingen SMA N 1 Kudus yang tak mau ketinggalan. Niken adalah perwakilannya, dia berujar bahwa dia sudah mempersiapkannya namun belum maksimal. “Sudah, tapi belum maksimal” ungkap siswi yang duduk dibangku kelas XI A 4 dengan singkat, jelas dan padat.
Berbeda dengan itu, 25% Resya(13 pelajar) merasa “belum”mempersiapkan masa depannya. “Karena, aku harus membenahi sesuatu-sesuatu yang kurang sebelum mempersiapkan masa depan.” Tutur M. Mahbub Ulil Albab XI IPA 2 dengan polos. Karena kepolosan Mahbub membuat shohibah ajnabiyahnya yaitu Syarofis Si’ayah ikut memilih opsi “belum”. Dia ber’illat bahwa dia masih berikhtiyar menentukan masa depan, jadinya dia belum berani mengatakan sudah. “Masih berikhtiyar untuk menentukan masa depan, akan tetapi halangan dan rintangan yang selalu ada. Sehingga saya belum bisa
“Whoy..... whoy.... whoy...” begitulah teriyakan Resya yang menentang kedua opsi mereka. Sebanyak 3 Pelajar memilih “opsi lain” dengan bermacam-macam argument yang keluar dari mulut mereka. Yang pertama argument dilontarkan R. Hanifatunnisa, dia beranggapan bahwa persiapan masa depannya tidak bisa dibilang sudah atau belum. Karena dia masih masa sekolah dan masa sekolah adalah masa persiapan. “Tidak bisa dibilang sudah atau belum, karena pada masa sekolah ini, kita masih dalam tahap persiapan masa depan.” Tutur pelajar SMA N 1 Kudus. Dukungan juga datang dari MADIPU TBS yaitu Zidni Ilma, dia berasumsi persiapan masa depannya sedang dalam proses. “Karena saya masih sekolah dan belajar. Jadi untuk menjadi insan dan masa depan yang cerah masih dalam proses.” Ujarnya. Rekan sekelasnya juga berargument bahwa persiapan masa depannya sedang dalam masa pembelajaran. “Karena masa depan masih menanti, kita tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Namun tetap berusaha.” Ujar Ainul Faroh.[A_Ra]

Takdir Masa Depan Itu Ada

Disinggung mengenai ”kepercayaan kepada takdir masa depan” dari 51 Resya , 92% Resya(47 Siswa) “percaya” akan takdir yang menentukan masa depannya.
“Takdir manusia sudah ditetapkan Allah SWT, untuk itu kita wajib mempercayainya. Tapi kita juga harus berusaha untuk mencapai kesuksesan.” Koar Khikma Khusnia yang didaulat sebagai Pimpinan Redaksi AKRIMNA Mu’allimat. Dukungan juga datang dari rekan Pimrednya, kali ini datang dari Pimpinan Redaksi El-Syauqi Banat. “I believe it. Takdir pasti ada. Hidup kita juga pada takdir kan. Yang pasti semua tidak boleh tergantung pada takdir, ikhtiar kang! Perlu bin Kudu.....” Ungkap siswi yang bernama Fakhrun Nisa’ dengan galaknya. Karena kegalakan Nisa’, membuat Jimmy Neutron gadungan pun ikut urun komentar.”Karena percaya terhadap takdir itu termasuk rukun iman dan kita harus percaya tentang itu” tutur Jimmy Neutron gadungan yang punya nama asli Nashirul Umam.
Sementara itu, Aditiya Windu XI IPS SMA N 1 Bae yang mewakili 8% Resya yang “tidak percaya” akan takdir masa depannya. Dia berargument bahwa semua takdir ditangan tuhan, “karena takdir ditangan tuhan” ujarnya dengan santai.[A_Ra]

Masa Depan Di Tangan Kita

Masa depan adalah masa yang tidak kita ketahui. Masa kini adalah masa yang sedang kita jalani. Kita tidak tahu bagaimana masa depan kita dan kita juga tidak tahu masa depan seseorang. Tapi kita bisa menanamkan bibit masa depan di masa kini agar kita bisa memanennya dimasa depan. Masa depan kita tergantung kita sendiri. Apabila kita ingin memanen keuntungan yang baik dimasa depan, maka dari sekarang kita harus memulainya dengan menanam bibit yang baik. Namun jika kita menginginkan masa depan kita dengan panen yang merugi, maka dengan menanam bibit yang jeleklah kita akan menjadi insan yang merugi.
Disodori As’ilah muqoddimah tentang “keyakinan masa depan seseorang menjadi orang yang sukses” ternyata dari 54 Resya(Responden el_Insyaet), 92% Resya serempak meyakini kalau dia akan menjadi orang sukses.
Bibur, sapaan dari Habibur Rahman adalah salah satu Resya yang meyakini kesuksesan dirinya. Dia berasumsi bahwa kalau tidak yakin ngapain hidup di dunia. “nek ora yakin lapo urip, ngebak-ngeba’i donyo wae!!!” dengan garangnya siswa yang duduk di bangku XI IPA 2 MA NU TBS berujar. Karena kegarangannya, membuatnya mendapat dukungan dari Shohibah Ajnabiyahnya yaitu Habba Zuhaida.”Sesungguhnya kesuksesan itu datang dari diri kita sendiri. Dengan ikhtiyar dan keyakinan, Allah akan selalu memberi jalan” tutur siswi MA NU Banat yang menjabat sebagai Reporter El-Syauqi. Dukungan juga datang dari kontingen MADIPU(Madrasah Diniyyah Putri) TBS, Zidni Ilma santriwati II Ulya ini berstatment bahwa “jika kita yakin bisa dan mau berusaha. Pasti bisa. Tapi jangan lupa berdo’a” ungkapnya dengan keyakinan yang sungguh-sungguh.
Berbeda dengan itu, satu Resya kurang meyakini masa depannya yang sukses. Dia merasa bahwa dia kurang disiplin dalam memanfaatkan waktu. “Saya kurang disiplin dalam memanfaatkan waktu. Jadinya saya kurang yakin dech,... Hehehehe :-0” ujar siswa yang punya nama Miftakhul Huda XI Bahasa 1 MA NU TBS.
Sementara itu, 6% resya tidak meyakini kesuksesannya dimasa depan. Aziz b_Faqih mewakili semua Resya yang tidak meyakini masa depan yang sukses. Ia ber’llat “saya belum yakin, tapi saya sudah berusaha untuk menjadikan masa depanku dengan cerah yaitu dengan cara membaca seluruh pengalama,buku yang ada. Masalahnya kita semua tidak tahu takdir yang kita alami besok. Dengan itu marilah kita membaca”tutur siswa MA Qudsiyyah.[A_Ra]

Upin-Ipin, Penghancur Bahasa Bangsa


Serial Kartun Upin Ipin tentunya banyak dari para pembaca yang sudah mengetahui tentang Kartun itu. Serial Kartun buatan Mohd. Nizam Abdul Razak, Mohd. Safwan Abdul Karim, Usamah Zaid, bekas mahasiswa dari Multimedia University Malaysia, dan para pemilik Les' Copaque, menjadi salah satu serial kartun yang digandrungi remaja dan anak-anak sekarang. Serial kartun yang ditayangkan di MNC TV, Indonesia, menjadi panutan para pemirsa MNC TV (mayoritasnya adalah warga Indonesia) dalam berbahasa. Padahal bahasa tersebut bukanlah bahasa resmi negara tercinta kita Indonesia, akan tetapi bahasa tersebut rasanya sudah melekat dilidah para remaja dan anak-anak negri kita.

“Betul-betul-betul” itu adalah salah satu contoh kata-kata yang sering saya dengar ditelinga saya dari orang sekitar saya. Saya sebagai pengamat budaya amatiran, merasa itu adalah sebuah kerugian yang sangat mahadahsyat. Harga diri negara kita sudah diinjak-injak oleh negara melayu terebut. Coba bayangkan, berapa banyak kejadian yang sudah dilakukan oleh negara tersebut kepada negara kita, baik pemerintahan, budaya, maupun rakyat negri kita. Selain bahasa anak negri kita yang sudah diporak porandakan Malasyia, banyak kejadian yang telah merugikan negara kita dari negri melayu tersebut:

1. Diwaktu dekat ini, tertanggal di bulan desember ketika ada perhelatan sepak bola AFF. Apa yang telah dilakukan oleh suporter malasyia terhadap pahlawan lapangan hijau TIMNAS Merah putih. Tentunya semua pembaca sudah mengetahui kejadian tersebut.

2. Pengklaiman akan budaya bangsa kita. Diantaranya adalah Reog ponorogo, mungkin itu cuman satu budaya yang ketahuan oleh kita atas pengklaiman budaya tersebut oleh mereka. Sedang yang tidak ketahuan berapa???? Bayangkan. Budaya kita adalah budaya terbaik di dunia.

3. Pengklaiman Pulau di tanah air kita. Banyak pulau di area perbatasan negri kita dan negri melayu tersebut yang telah diklaim negara malingsia(ups… kepeleset) tersebut.

4. Kasus manohara dan para TKI atau TKW yang di Malasyia. Dalam kasus ini dapat diambil kalau warga negara kita di malasyia itu mendapat pelayanan kehidupan yang tak terjamin.

Maaf, penulis sedikit menyangkut pautkan permasalahan Upin Ipin penghancur bahasa bangsa dengan semua kesakitan yang di alami Indonesia atas pelecehan dan kecurangan Malasyia. Disini penulis tidak bertujuan apa-apa kecuali agar semua warga negeri kita mau mengintropeksi diri, agar tidak mudah dijajah oleh negara lain dengan bahasa dan budaya mereka dan agar kita tidak mudah ditipu daya oleh negara tersebut.

Tenarnya serial Kartun Upin-Ipin adalah cambuk yang sangat keras pada bahasa negeri kita. Tak ayal, kejadian itu mengingatkan saya akan bahasa negara kita dan menjadikan hati saya ketakutan bagaimana kelanjutan bahasa tanah air ini bisa mengakar di jantung para warganya masing-masing.

Kenapa kita mau dijajah dengan bahasa mereka??? Padahal bahasa negeri kita adalah bahasa terbaik yang berbudi luhur. Malukah kita memakai bahasa kita??? Atau sekedar kita ikut-ikutan bahasa yang digunakan penjajah bahasa tersebut? Itu semua adalah PR bagi kita, bagi yang merasa warga negara RI, kalau yang tidak merasa ya………terserah.

Selain sisi negatif dari adanya serial kartun Upin Ipin di tanah air ini yang memperparah bahasa ibu pertiwi ini. Serial Kartun Upin-Ipin juga berpengaruh positif pada pengetahuan anak tentang agama islam. Namun dari sisi positif dan negatif yang ada. Realita yang kita temukan adalah sisi negatif yang lebih menonjol diperoleh anak bangsa negri ini, sedang sisi positif yang didapatkan hanyalah sekian persen saja.

*dimuat di buletin madrasah NU TBS el_Insyaet edisi 43

Menuju Masa Depan yang Cerah


Masa depan bukanlah nasib bagus bagi kita. Dan juga bukan nasib jelek bagi kita. Melainkan masa depan adalah buah hasil dari kinerja kita dimasa sekarang. Jika kita melakukan kebajikan dimasa sekarang, fainsyaallah dimasa depan kita akan mengais kebajikan kita. Dan juga sebaliknya, jika di masa kini kita berbuat kemungkaran, maka yang akan terjadi adalah kemungkaran pula yang kita dapat.

Masa depan kita, tergantung pada kita. Bukan tergantung pada orang lain, jadi resiko yang kita dapatkan dimasa depan adalah hasil yang telah kita lakukan dimasa kini. Jadi janganlah berbuat sesuatu yang tak bermanfa’at atau berbuat sesuatu yang mempunyai resiko kegagalan dimasa depan. Karena sekecil apapun perbuatan pasti ada balasannya.

Masa depan adalah hasil kenerja kita dimasa kini. Sedang hasil dimasa kini adalah kinerja kita dimasa lampau. Coba kita renungkan apa yang kita miliki sekarang!! Bukankah semua itu adalah hasil dari kinerja kita dimasa lampau. Jadi yakinlah bahwa kalau kita bekerja dimasa sekarang, maka kita akan mengais hasil dari kinerja kita di masadepan.

“Barang siapa yang melakukan kebaikan sekecil Dzar(biji.red) pasti akan mendapatkan balasannya. Dan barang siapa yang melakukan kejelekan sekecil Dzar(biji.red)maka akan menerima balasannya“ . Coba kita renungkan dua ayat di samping. Selain makna tentang balasan yang akan diberikan Allah SWT di akhirat dengan apa yang diperbuat hambaNya. Ayat tersebut juga mengajarkan kita untuk bekerja dimasa sekarang agar kita dapat mengaisnya dimasa depan.

Yakinlah bahwasanya masa depan kita adalah masa depan yang terbaik. Dengan kita berusaha menjadi yang terbaik dimasa sekarang. Jangan takut untuk memiliki masa depan, jika kita yakin dengan masa depan kita, dia akan datang untuk menjemput kita. Kerahkan seluruh usaha yang ada untuk menjadi yang tebaik diantara yang lain.[Araf/Red]

*dimuat di buletin madrasah NU TBS el_Insyaet edisi 43

Sunday, 6 March 2011

True Love, Never Dies


Hakikat cinta bukanlah mencintai sesuatu hanya dengan nafsu belaka. Namun hakikat Cinta adalah mencintai karena ketulusan hati cinta. Dan cinta adalah koneksi dua bathin yang saling mengerti dalam berbagai aspek perbedaan. Gejolak perbedaan bukanlah hijab untuk mencintai dari satu hati ke hati yang lain. Akan tetapi dari gejolak tersebut, akan menetaskan sebuah cinta sejati. Dan cinta sejati itu takkan pernah mati dilekang oleh sang waktu.

Pencarian cinta sejatiku berawal sekitar setengan tahun lalu, tepatnya dibulan suci ramadlan. Kala itu aku sedang mengajak temanku Joshef, muallaf yang membutuhkan panduan tentang agama dariku. Sebelumnya aku tak menduga kalau Joshef akan mengajak saudara sepupunya untuk ikut berbuka denganku.

Waktu itu adalah awal perkenalanku dengan Inez, saudara Joshef yang berparas cantik dan punya kecerdasan super. Tak membutuhkan waktu yang lama, tepat setelah buka bersama selesai, sebelum Joshef dan Inez pergi meninggalkan rumahku, kami sempatkan untuk bertukar nomer HP disertai canda yang mewarnai perpisahan kami.

Detik berganti detik, menit berganti menit. Perputaran waktu terus berputar cepat. Lambat laun hati ini terus berdenyut mengganti ruang menjadi cinta. Kini aku mengenalnya lebih jauh, dan dia juga lebih jauh mengenalku. Bisa dibilang aku sedang jatuh cinta dengan Inez. Hati ini selalu berdzikir menyebut nama Inez. Aku selalu teringat senyum manisnya yang semeringah kala pertemuan sejenak itu dan waktu lah yang memisahkan pertemuan yang tak disengaja itu.

*****

Setengah tahun berlalu, namun kontak kami tak pernah surut hanya sekejab saja. Hari-hariku dipenuhi dengan SMSan dan telephonan dengan Inez. Ketika ia sedang OL difacebok, aku juga menyempatkan OL, semata ingin selalu ada untuknya. Semua caraku itu bertujuan agar dia tahu kalau aku mencintainya. Waktu telah memakan semua caraku mencuri perhatian darinya, sehingga membuatku memperjantankankan diri untuk terus terang mengungkap apa yang terpendam dalam lubuk hatiku.

Tak butuh waktu yang lama, akhirnya aku, dengan keyakinan yang tulus dan suci , untuk memberanikan diri menyatakan cinta itu padanya. Mungkin ini dibilang adalah hal yang sangat extreme, namun ini adalah keyakinan hatiku bahwa dia adalah masa depanku. Aku menelponnya, awalnya tentunya diawali dengan basa basi tanya tentang ini dan itu. Dan pada inti dari maksud aku menelponnya.

“Nez, ada sebuah pohon, pohon itu kecil dan berakar rapuh, sedangkan ada badai dan angin yang kencang menerjang si pohon kecil itu diwaktu sekarang. Pohon kecil yang rapuh itu tak bisa berdiri tanpa adanya sandaran, dia sangatlah membutuhkan sandaran untuk menopang dirinya. Dia sudah mempunyai sandaran jati dirinya, namun sandaran itu tak mampu menopang pohon kecil yang rapuh itu untuk berdiri tegak, sehingga dia mencari sandaran lainnya. Apakah kamu mau menjadi sandaran dari si pohon kecil itu.” Ungkapku pada Inez

“Maafkan aku Ra, sebenarnya aku mau menjadi sandaran si pohon kecil itu, karena aku juga ingin bersama si pohon kecil itu. Namun aku sudah bersama seseorang yang mungkin itu adalah yang terbaik untukku. Dan sekali lagi maaf ya Ra” jawabnya

Dengan hati sedikit kekecewaan, sehingga aku tak bisa berkata lagi dengannya. Handphoneku terlepas dari genggaman tangan yang penuh dengan dosa ini, dan terjatuh” brak......brak...” Handphone yang jadul itu berantakan, tepecah menjadi keping-keping yang hancur. Seketika itu telponku terputus.

*****

“Ara.....” tertulis kotak masuk yang datang dari Inez. Sebelumnya aku malas untuk membalas pesan itu, namun aku tetap membalas pesan itu, aku tak mau hati sang cinta itu terluka karena kekecewaanku. Aku akan tetap menunggu, karena keyakinan masa depanku mengatakan kalau dia adalah masa depan cintaku.

Cerita cintaku begitu kusam dan kelam. Hingga suatu saat ketika ada sebuah diskusi antar sekolah di SMA 1 Harapan Bangsa. Aku menemui seorang putri cantik yang menjadi lawan omongku dalam diskusi tersebut. Aku tertarik dengannya, namun aku tetap akan setia menjunjung tinggi cinta Inez. Karena cintaku dengan Inez adalah cinta yang suci, meski aku mudah untuk mencintai seorang wanita. Dia satu sekolah dengan Inez, namun aku baru mengenal orang itu ketika diskusi itu berjalan. Namanya Novia, putri dari pengasuh ponpes Mawadah.

Kala dihadapkannya dua pilihan yang membuatku bingung atas cinta itu. Jika aku memoligamikan cinta itu, maka aku akan menerima kepahitan itu, namaku akan tenggelam karena cintaku itu. Aku terus merenung, memikirkan akan nasib hati ini. Kebingungan ini adalah kebingungan yang maha dahsyat, memilih nama hancur, atau meninggalkan cinta itu.

Malam-malam ku jadikan siang, semata memikirkan cinta. Aku meminimalisir tidur lelapku demi memikirkan cinta itu. Aku kian hanyut dalam aliran cinta yang sedikit menghambat prestasiku untuk memajukan raga yang terkucilkan ini. Keinginanku untuk menyandingkan piala prestasi kehidupan dan piala cinta itu, membuat aku sedikit memaksa kehendak Khaliq untuk menjalankan takdirku. Aku seakan mengatur Tuhan, merasa bahwa Tuhan sedang kupaksa, sedangkan aku tak pernah menggubris apa yang diserukan Tuhan.

Kian hari, kian ku terhijab dengan Tuhan karena pencarian cinta palsu yang ku anggap pencarian atas nama cinta sejati. Aku melupakan Tuhan, demi memalingkan hati ini mencari palsunya cinta.

*****

Dalam istirahat malamku yang sejenak, aku termimpi akan suara yang aneh.

“Ara..... dimanakah jati dirimu yang sebenarnya” Suara mimpi yang mengatasnamakan pemerhatiku, lelaki berbaju putih.

Aku hanya terdiam, ketakutan akan suara yang begitu menggeligar. Terdengar suara lelaki itu mengguncang telingaku lagi.

“Ara, apakah hatimu sudah terhijab karena cinta palsu itu. Sehingga kamu melupakan cinta sejati, yaitu cintamu pada Allah SWT. Kamu terus mengucurkan keringat yang deras demi pencarian cinta pada makhluk yang hakikatnya adalah kepalsuan. Kamu itu bukanlah Ara yang sebenarnya. Kamu sudah terlelap dalam kenikmatan duniawi, berkedok nafsu dan syahwat. Aku ingin kamu seperti Ara yang dulu, mencintai Allah dan sebagainya. Bukan Ara yang sekarang, hanya mencintai makhluk, tanpa mencintai Khaliq. Silahkan kamu mencintai makhluk, namun kamu harus menjadikan cinta makhluk yang hakikatnya cinta pada Khaliq.”

Suara itu langsung lenyap dan meninggalkanku terbangun dengan ketakutan yang teramat pedih. Aku merenungi sikapku selama ini, melupakan Khaliq dan mencintai Makhluk.

*****

Waktu menunjukkan pukul 02:00 WIB, aku mengambil air untuk membasuh sebagian dari tubuhku untuk menenangkan diri dan mencoba kembali membuka hati yang tertutup akan gerbang hijab pada Allah SWT. Sudah lama aku meninggalkan sholat malamku, aku hanya membuka mata ditengah malam demi membuat sepucuk goresan tinta pemuas kecintaan pada makhluk.

Setelah usai pertemuan sakralku dengan khaliq, dimalam yang sunyi dan khusyu’ itu, ku tuangkan kisah tragis tentangku, aku menjadi seorang korban akan cinta palsu berkedok nafsu. Dimalam itu, aku merasa hanyalah seonggok daging yang dulu terbuat dari air sperma, tanpa ruh yang dituangkan Allah pada seonggok daging kecil itu, aku bukanlah makhluk yang dapat berkeliaran membuat tingkah.

Aku mencoba menatap hari dengan kecintaan pada Allah yang besar. Mencoba mengecilkan cintaku pada makhluk. Aku menggantungkan cintaku pada Inez dan Novia sebagai harapan dan angan dengan menghakikatkan cinta kepada mereka berniatkan cinta untuk Allah SWT.

*dimuat di buletin madrasah NU TBS el_Insyaet edisi 43

Negeri Terkaya di Dunia


Dari sekian juta penduduk dunia sebenarnya banyak yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini.

Banyak dari penduduk bumi ini tidak mengetahui letak negara terkaya di dunia. Ada yang mengatakan Negara terkaya adalah Amerika. Ada juga yang mengatakan negara-negara di timur tengah. Memang secara resmi opini mereka tidak salah sebenarnya. Contohnya saja negara paman sam Amerika. Negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara yang mungkin bisa dihitung jari. Contoh lain lagi adalah negara-negara di timur tengah. Rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah. Tapi dari sekian opini yang diutarakan oleh mayoritas manusia yang bisa hidup didunia, itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. Bahkan negara yang sebesar Amerika ataupun negara-negara timur tengah serta Uni Eropa pun tak mampu menyamainya. Dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian seluruh warga bumi dan warga negara tersebut. Warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. Namun disayangkan sekali karena mereka tidak sadar bahwa mereka sedang berdiri di atas nikmat Tuhan yang telah dilimpahkan penuh di negara ini.
Meskipun banyak makhluk di dunia ini baik itu hewan maupun makhluk halus tak bisa menerima bahwa negeri ini mendapat predikat sebagai negara terkaya di dunia. Karena alasan mereka cukup kuat untuk mengelak bahwa negara itu adalah negara terkaya. Alasan pertama yaitu negara itu sedang dalam kondisi terpuruk. Alasan kedua karena negara ini mempunyai hutang dimana-mana. Alasan berikutnya adalah kemiskinan, korupsi yang merajalela, kondisi moral bangsa yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu. Baiklah tanpa panjang lebar mari kita ulas semuanya. Satu persatu kita akan bahas sehingga kita bisa melihat kekayaan negara ini sesungguhnya.
1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. ( PT Freeport )
Pertambangan ini telah mengasilkan 7.300.000 (Tujuh Juta Tiga Ratus Ribu) ton tembaga dan 724.700.000 (Tujuh Ratus Dua Puluh Empat Juta Tujuh Ratus Ribu) ton emas. Bila dikalkulasikan berupa uang dengan harga per gramnya emas sekarang. Anggap saja bila harga emas sekarang Rp. 300.000,- (Tiga Ratus Ribu Rupiah) dikalikan 724.700.000 (Tujuh Ratus Dua Puluh Empat Juta Tujuh Ratus Ribu) ton emas atau 724.700.000.000.000 gram emas dikali Rp 300.000,- (Tiga Ratus Ribu Rupiah) maka hasilnya adalah Rp.217.410.000.000.000.000.000,- . Nilai uang yang fantastis, dengan jujur saya mengatakan tidak sanggup untuk membaca nilai nominal tersebut. Itu hanya emas, belum lagi tembaga serta bahan mineral lainnya. Lalu siapa yang mengelola pertambangan ini ? Yang mengelola ini bukanlah negara ini melainkan Amerika. Prosentase pembagian keuntungan adalah 1% untuk negara pemilik tanah dan 99% untuk Amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk melakukan pertambangan disana.
Bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga terdapat kandungan mineral yang harganya seratus kali lipat lebih mahal daripada emas tersebut. Tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang bernama uranium.Uranium adalah bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir. Belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana. Tapi kabar terakhir yang beredar, disana terdapat kandungan uranium yang cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi. Kabar tersebut dikemukakan oleh para ahli kandungan uranium yang kepandaiaannya jauh melebihi dari kepandaian kita.
Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negara ini. Para jenderal dan juga para politisi busuk yang hanya bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini.Mereka juga membiarkan saudara-saudara sebangsa dan setanah airnya terlantar sengsara dan tak dapat menikmati kekayaan bangsanya yang telah dikaruniakan tuhan pada warganya. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah yang suka menyiksa orang perlahan dengan penuh kesakitan.
2. Negara ini punya cadangan gas alam terbesar di dunia. ( Blok Natuna D Alpha)
Kandungan gas di daerah ini merupakan kandungan gas terbesar di dunia. Tepatnya terdapat di daerah Natuna. Kandungan gas di Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas hingga Dua Ratus Dua Triliun kaki kubik. Dan masih banyak Blok-Blok penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll. Namun sayangnya semuanya yang mengelola bukanlah negara ini. Melainkan Exxon Mobilah yang mengelola tersebut dan dari pihak negara ini (Pertamina) hanya bisa membantu saja tanpa berperan banyak pada proyek itu.
3. Negara ini punya Hutan Tropis terbesar di dunia.
Hutan tropis ini memiliki luas 39.549.447 Hektar dengan keanekaragaman hayati dan plasmanutfah terlengkap di dunia. Letaknya di pulau Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Sebenarnya jika negara ini menginginkan kiamat sangat mudah saja. Dengan cara menebang pohon-pohon di hutan tropis tersebut maka semua makhluk di muka bumi ini akan musnah. Karena bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis ini untuk menjaga keseimbangan iklim. Karena hutan hujan amazon tak cukup kuat untuk menyeimbangkan iklim bumi. Dan sekarang para manusia sedikit demi sedikit telah mengkancurkanya. Hanya untuk segelintir orang yang punya uang untuk perkebunan dan lapangan Golf yang sebetulnya tak ada faedahnya sama sekali. Sungguh sangat ironis sekali.
4. Negara ini punya Lautan terluas di dunia.
Negara ini memiliki luas laut yang terbesar di dunia. Selain memiliki laut terluas , negara ini juga dikelilingi dua samudra, yaitu samudera Pasifik dan samuder Hindia. Hingga tidak heran bila memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain. Saking kayanya laut negara ini. Sampai-sampai negara lain pun ikut memanen ikan di lautan negara ini.
5. Negara ini punya jumlah penduduk terbesar ke 4 didunia.
Dengan jumlah penduduk segitu harusnya banyak orang-orang pintar yang telah diproduksi negara ini, tapi pemerintah menelantarkan mereka-mereka. Sebagai sifat manusia yang ingin bertahan hidup tentu saja mereka ingin di hargai. Jalan lainya adalah mereka keluar dari negara ini dan memilih membela negara lain yang bisa menganggap mereka dengan nilai yang pantas.
6. Negara ini memiliki tanah yang sangat subur.
Karena memiliki banyak gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur. Terlebih lagi negara ini dilintasi garis katulistiwa yang banyak mengandung sinar matahari dan hujan. Jika dibandingkan dengan negara-negara timur tengah yang memiliki minyak yang sangat melimpah. Negara ini tentu saja jauh lebih kaya daripada Negara timur tengah. Coba kita semua bayangkan yang ada di negara ini. Karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan cepat. Dan ketika seluruh minyak mereka telah habis maka mereka akan menjadi negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur negara ini yang bisa ditanami apapun juga.
7. Negara ini punya pemandangan yang sangat eksotis.
Lagi-lagi tidak ada satupun negara yang bisa menyamainya. Dari puncak gunung hingga ke dasar laut bisa kita temui di negara ini.

Negara ini sangat amat kaya sekali, tak ada bangsa atau negara lain sekaya negeri ini. Jika kalian penasaran dengan siapa yang menjadi Negara terkaya. Saya akan mengeja satu persatu hurufnya. I – N – D – O – N – E – S – I – A. Tapi apa yang terjadi ? Negara tercinta kita Indonesia adalah Negara yang seharusnya mendapat predikat Negara terkaya di dunia. Akan tetapi gara-gara Exxon Mobil Oil, Freeport, Shell, PETRONAS dan semua pejabat negara yang menjual kekayaan Bangsa untuk keuntungan negara asing sehingga Negara kita tidak dapat menyandang predikat itu. Dan diucapkan banyak terima kasih pada mereka yang telah banyak menjual kekayaan Indonesia dan membiarkan Negara Indonesia beserta rakyat-rakyatnya hidup sengsara dan miskin.

disadur dari tulisan: Abdullah Badri

*dimuat di buletin madrasah NU TBS el_Insyaet edisi 43

Menara Pisa salah Desain


Salah satu keajaiban dunia Menara miring Pisa di Italia menjadi miring di akibatkan salah desain. Sang Arsitek, Bonanno Da Pisa melakukan kesalahan saat membangun menara itu di tahun 1174 M. Kesalahannya adalah mendirikan pondasi hanya sedalam 56 meter. Akibatnya, dalam pelaksanaan proyek, tanah di sekitar menara bergeser dan menara itu menjadi miring sehingga proyek harus terhenti. Namun proyek pembangunan kembali dilanjutkan dan selesai pada tahun 1350 M dengan tiga dari delapan tingkatnya di buat Vertikal untuk mengubah titik gravitasi menara yang telah melenceng hampIr 5,1 meter dari desain semula. Meski sudah direnovasi, menara tetap bergerak miring hingga sekarang dan selalu lebih miring beberapa millimeter per tahun.

*dimuat di buletin madrasah NU TBS el_Insyaet edisi 42

Dari Om Mario Teguh


1. Sudut Pandang anda ,Menentukan kualitas dari apa yang anda lihat.
Sikap kita pada kehidupan ini menentukan kualitas kehidupan kita yang kita capai.

2. Bila karakter pribadi kita adalah sebuah gunung. Reputasi adalah bayangan dari gunung itu.
Sebuah kerikil, hanya akan membuat sebuah bayangan kerikil. Anda tidak akan bisa membangun sebuah bayangan seukuran gunung, bila anda tidak membangun sebuah gunung.
Bangunlah reputasi sebagai bagian dari keuntungan orang lain, bukan bagian biaya mereka.
Kita semua memiliki masalah-masalah kita dalam karir dan kehiduan pribadi kita, dan akan sangat berterima kasih kepada siapapun yang bisa membantu kita menyelesaikan masalah-nasalah itu. Maka kita akan sangat di untungkan bila kita memastikan kehadiran kita-menjadi sebuah kehadiran yang menyelesaikan masalah orang banyak. Anda disebut, bila anda Famous menjadikan diri anda bagian dari penyelesaian. Dan dia, akan menjadi notorious, bila dia menjadikan dirinya bagian, atau bahkan dari sumber masalah.

3. Anda bisa mencapai keberhasilan tanpa mengupayakan keberhasilan.
Banyak orang menjadi gagal dalam mencapai upaya keberhasilan, dan menjadikan diri mereka dikenal buruk, tanpa menyadari bahwa lebih banyak orang yang berhasil dalam menjadikan diri mereka bernilai bagi orang lain. Mereka mencapai keberhasilan, bukan karena mengupayakan keberhasilan bagi diri mereka sendiri , tetapi karena mengupayakan keberhasilan bagi orang lain.

4. Star point bila aku harus mengurangi hidup ini, aku akan membuat kesalahan –kesalahan yang sama, tetapi akan ku pastikan bahwa aku menemukan kesalahan-kesalahan itu jauh lebih awal. Sehingga, keberhasilan akan datang lebih awal menjemput dan mengelukanku. Aku tidak tahu takdirku, tetapi aku tahu hakku untuk berhasil
( Crouching Neglects, Hidden Mistakes )
Keberhasilan kita tidak hanya di ukur dari seberapa besar dan tinggi daratan impian yang bisa kita capai di akhir perjalanan, Tetapi keberhasilan kita – terutama dinilai dari kualitas dari perjalanan kita. Maka, bila kita menjaga kualitas perjalanan harian kita, maka kapanpun perjalanan itu berakhir- perjalanan kita akan berakhir dengan baik.
( Hero- The Adorable Qualities In You )

5. Mempertahankan kebiasaan buruk adalah seperti berdiri di atas semen basah.
Semakin lama anda berdiri di atas semen basah, akan semakin sulit anda membebaskan diri. Dan membebaskan kebiasaan buruk adalah persis bediri dalam semen basah. Walaupun anda sudah berubah bentuk,cetakan semen itu mengumumkan bentuk anda sebelumnya, sebagai bentuk asli anda.
Itu sebabnya, dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk memperbaiki nama yang sempat rusak, karena cetakan reputasi buruk bisa mengekang lebih kuat dari pada semen yang telah mengeras.

Inspirator : Mario Teguh ( Pengasuh Golden Ways )

*dimuat di buletin madrasah NU TBS el_Insyaet edisi 42

Lingkungan, Penyebab Utama Kenakalan Remaja???


Sementara itu, disodori pertanyaan terakhir tentang penyebab utama dari kenakalan remaja, dari sekian responden el_Insyaet yang berjumlah 80 pelajar perwakilan dari tiap sekolah di daerah Kudus ternyata 54% Resya menempatkan “Lingkungan” sebagai penyebab utamanya. Sedangkan penyebab dari teman bertengger di urutan kedua(21% Resya) dan penyebab lain-lain berada pada posisi ke tiga(15% resya). Di posisi terakhir resya menempatkan penyebab dari’Orang tua”lah dengan prosentase 10% dari Resya.

Syuga Eugenia Invicta salah satu resya yang menyalahkan lingkungan sebagai penyebab utama dari adanya kenakalan-kenakalan pada remaja. Siswa yang berdomisili di SMA N 1 Kudus ini beralasan, ”Jika remaja sudah di didik sedemikian rupa tapi penerapannya di lingkungan yang tidak mendukung pastilah para remaja terkontaminasi lingkungan buruk tersebut”. Hal senada juga di ungkapkan M. Mustain Alfian ,”Lingkungan adalah faktor yang paling dominan penyebab kenakalan remaja , karena lingkunganlah yang membentuk pribadi psikologis seorang remaja.” Ungkap Siswa XI B MA Qudsiyyah ini.

Sedangkan , dari 21% Resya memilih opsi penyebab dari teman. Di mulai dari suara M.Hasan Shiddiq, ”Biasanya remaja itu suka ikut-ikutan, low ke barat ikut ke barat, low ke timur ikut ke timur juga. Jadi kalau temannya baik ikut baik, tapi kalau temannya nakal, maka dia akan terpengaruh nakal juga tho…!”ujar Siswa XI Bahasa 1 MA NU TBS ini. Dukungan pun mengalir dari saudara Ajnabiyahnya, Nurin Nuzulia. ”Karena……. remaja sekarang tuh ingin menunjukkan kesetia kawanannya pada plend-plendnya. Meskipun itu melakukan hal-hal negative.”Ujar Siswi XI IPA 1 MA Muallimat dengan santainya.

Berbeda dengan itu, Novia Putri Rahmawati lebih memilih opsi bahwa yang menjadi faktor utama adalah diri sendiri dan juga sekitarnya. ”Menurut saya , semua factor dapat mempengaruhi, karena remaja itu dalam tahap perkembangan dan masih labil. Apa yang dihadapi, apa yang dilihat menjadi contoh bagi kebiasaannya sehari-hari, Always Be Better, Ok……..” Ungkap Siswi yang menjabat Ketua I OSIS MA NU Banat Kudus ini.

Elok Faiqoh, Siswi X-10 MAN 2 Kudus ini mempunyai statement yang lain. Ia lebih memilih “orangtua” lah yang berpengaruh atas kenakalan remaja. ”Pendidikan yang pertama kita dapat dari orang tua” ujarnya. Dukungan pun datang dari Fadlu Sya’ban, ia ber’illat ”Orang tua lupa anaknya. Guru lupa tujuannya. Remaja lupa-lupa ingat(kayak lagunya kuburan aja.Red).” Ungkap Santri PPRM Jagalan dengan gampangnya. [A_Ra]

Pendidikan Moral bagi Remaja, Fardlu ‘Ain

Disinggung tentang “haruskah pendidikan moral menjadi jurus utama yang harus dimiliki remaja kita”, dari 80 Pelajar, ternyata opsi “harus” menduduki klasemen teratas. Dibuntuti opsi “enggak juga” di posisi kedua, sedangkan diposisi terakhir dihuni oleh opsi “lain”.

Kholid Khazmi, XI TKJ 1 SMK Ma’arif mewakili 75%(60 resya) yang memilih opsi “harus”, dengan kerasnya ia berargument  “Nek rak nduwe moral yo koyo kewan…..!!!!!!!!! hehehe……….” Dukungan datang dari shohibah ajnabiyahnya dari SMA N 1 Kudus, “Karena pelajaran moral merupakan suatu bekal untuk kehidupan , dari itulah awal pendidikan diri kita.” ungkap Fayeza Camalia, siswa yang sekarang duduk di bangku kelas XI IPA 2 SMA 1 Kudus. Dukungan terus mengalir deras, kali ini dari Ketua PP kita, Ahmad Yusuf ikut angkat bicara, “Kalau pemuda kita tak di haruskan dengan pendidikan moral, maka yang terjadi di masa yang akan datang adalah kehancuran remaja itu sendiri dan dampaknya akan berimbas pada bangsa kita, tul ga’?????”

Berbeda dengan itu, sebanyak 19 resya memilih opsi “enggak juga”. Diwakili dari kontingen MA NU TBS, Muhammad Mardli Habibi XI IPA 1 ber’illat(beralasan.red) “Sekarang kiamat sudah dekat!!! Jadi bukan pendidikan moral yang terpenting, melainkan pendidikan agama seperti tauhid, nahwu,shorof dan lain-lain.” Siswa yang tenar dengan nama ”Mardli” itu mendapat dukungan dari M. Affedz Maulana XI IPS 1 MA Qudsiyyah. “Gug juga lah, percuma kalau pendidikan moral di utamakan. Tapi pengetahuan tentang agamanya blong……” ujarnya santai.

Sedangkan satu resya dengan beraninya memilih opsi lain. Dengan lantang, ia berra’yi(berpendapat) bahwa pendidikan moral bukan menjadi jurus utama, melainkan sebagai salah satunya dari pendidikan agama dan pendidikan moral. “Bukan sebagai jurus utama,tetapi salah satunya. Di samping pendidikan moral, remaja juga harus memiliki pendidikan agama sebagai landasan dari pendidikan moral yang dimiliki.”. Ujar Naila Rizqi Ulyana XI Language MA NU Banat. [A_Ra]

Remaja Menjadi Pondasi Bangsa

foto diambil oleh satu dari anak KAMAL Jumat saat Nur Widowati sedulur Pesan-Alid sedang mertamu ke Gubuk Jetak.
“Pemuda(Remaja.red) adalah pemimpin di masa yang akan datang.” adalah petikan dari sebuah hadits dari beliau junjungan kita nabi Agung Muhammad SAW. Beliau berharap agar umatnya, terutama generasi muda yang akan meneruskan kepemimpinannya agar serius dalam melanjutkannya. Namun apakah para calon pemimpin kita sudah siap dengan akhlaq mereka dan pengetahuan mereka? Mengingat banyaknya kenakalan-kenakalan yang terjadi pada generasi muda kita. Seperti adanya tawuran antar pelajar, zina di luar nikah dan pergaulan bebas. Apakah bangsa kita bisa maju dengan adanya peran serta remaja kita?

Disuguhi as’ilah muqoddimah tentang “Seberapa pentingkah peran seorang remaja pada kemajuan bangsanya?” dari 80 Responden el_Insyaet(Resya), 84% Resya sepakat memilih opsi “Sangat penting”. Berbagai statement pun di utarakan.

“Karena remaja merupakan penerus bangsa. Kalau tidak remaja siapa lagi? Apakah para pemimpin sekarang akan terus memimpin? Jelasnya tidak akan” ujar salah satu santriwati MA Banat, Syarofis Si’ayah XI IPA U. Hal senada juga dilontarkan oleh rekan seperguruannya yakni Fakhrun Nisa’ dengan memakai gaya ke-Inggrisannya “I Think it’s so important for our nation. Because We are the next leader! Appointed to our nation.”

Dukungan terus mengalir, kali ini dari kontingen MA Muallimmat“Karena, kemajuan globalisasi di dunia ini harus dilengkapi dengan peran seorang remaja yang tetap menjadi patokan bagi bangsa. Daya eksplor remaja harus tetap dikembangkan demi kemajuan bangsa” tutur Dewi Asas Millah, yang didaulat sebagai ketua osisnya. Tak hanya itu, M. Hadi Santoso XI IPA 2 TBS juga ikut urun komentar, “Karena remaja adalah salah satu kunci awal dari kemajuan atau keterpurukan bangsa. Jika generasinya baik maka baik pula negara tersebut dan sebaliknya.” ungkapnya setelah bangun dari tidur panjangnya.

Sementara itu, 11%(9 Resya) yang lain memilih opsi “Gak penting-penting amat.” Diawali Shofa Kamalia menilai bahwa remaja sekarang ini tidak mungkin bisa memajukan bangsa karena remaja sekarang lebih suka enak-enakan ketimbang bekerja keras. “Biasa aja, lha wong remaja sekarang lebih suka enak-enakkan dari pada memperluas pengetahuan untuk kemajuan bangsa. Lebih suka facebookan dari pada browsing tentang ilmu pengetahuan.” begitulah ungkap siswi XI IPA 2 MA Muallimat ini.

“hey….hey…hey…” teriakan resya yang menentang kedua opsi tadi. Sebanyak 5% Resya memilih Opsi lain yakni “lumayan penting”. M. Taqiyuddin salah satunya, ia berargument bahwa yang terpenting sekarang adalah peran pemimpin sekarang, sedangkan peran remaja adalah nomer dua. “Menurut aku, yang paling penting adalah bagaimana pemimpin bangsa sekarang ini dapat menjalankan perannya dengan baik, kalau sudah begitu insya allah Indonesia pasti maju.” celetuk siswa yang duduk di bangku XI IPA 1 TBS. [A_Ra]

Memori Kelabu


Tercantum namamu,
namanya dalam benak
sanubari

Kelam namamu
tenggelamkan diri
suci dari pandangan dusta

Bertumpuk raga
telah dustai Tuhan
telah khianati Agama
jadikan senang dalam duka

Semua telah benamkan
cinta pada Tuhan
prestasi yang ada
kepribadian yang suci

Coba sedikit lupa akan memori
kelabu namun terpatri, semuanya
dalam luka yang sakit

Terus coba hilangkan
lupakan dan hapuskan
semua memori kelabu
Namun ia tersimpan dalam

2009
*dimuat di buletin madrasah NU TBS el_Insyaet edisi 42

Manusia Dosa

Kebajikanku selama ini….
Tertatah dalam kayu
Rayap pun menggerusnya
Semua terpatri dalam hati
Kala hembusan angin datang
Semuanya pun lenyap

Air terjun terus turun
Hujan lebat tak jua terang
Pahala tak kunjung datang
Dosa-dosa terus berjatuhan
Dalam raga yang menjijikkan

Jiwa ini tak kuat menanggung semuanya
Dosa dari mata
Dosa dari tubuh ini
Jua dari hati ini

Raga ini tak layak huni dunia ini
Tak pantas pula ganggu ketentraman alam

Coba tuk lebih baik
Ternyata salah
Coba tuk fahami
Malah menyakiti

Sering pula ku agungkan namamu
Dalam sanubari yang ternoda
Tuk mohon….. hapus semua dosa

Kehancuran Moral, Kehancuran Agama, Kehancuran Bangsa


Baru sekitar sebulan yang lalu, ranah negeri kita diguncang bom maksiat dengan adanya video mesum yang pelakunya adalah Public Figur negeri kita yang berdarah serambi mekah dengan darah kelahiran pulau Dewata.


Itu adalah sebagian kecil dari teror bom-bom maksiat yang dilakukan oleh muslim negeri ini. Mereka semua pada mengaku muslim yang berkepercayaan kepada Allah Sang Esa dan utusan-Nya Muhammad SAW. Namun dari banyaknya pengakuan atas keimanan mereka, tak ada satu bukti yang dapat menjelaskan bahwa keimanan mereka adalah keimanan yang hakiki. Bukti mereka bukanlah tanda bukti ikrar kesetiaan pada sang Pencipta melainkan tanda pengingkaran kepada Pencipta atas nikmat yang telah Pencipta berikan, baik itu berupa islam, iman dan jua akal pikiran.

Target-target dari terorisme pada agama ini menyerang pada inti-inti dari hati dan keyakinan para muslim. Moral yang bejat, tauhid yang diambang kepastian, kedangkalan tentang hukum syara’ kini telah banyak melanda para muslim negeri ini. Yang lebih parah lagi yaitu tentang hancurannya moral anak-anak bangsa sebagai penerus jihad para ulama’(Pahlawan.Red) penegak NKRI. Khususnya pada muslim-muslim yang sekarang telah lupa dan telah menanggalkan baju moralnya. Justru mereka lebih cenderung menggunakan pakaian-pakaian moral para non muslim dari pada memakai gaun moral agama islam yang secara resmi telah diakui sang Khaliq. Dan jua Rasulullah pernah mensabdakan sebuah hadits yang isinya tentang anjuran untuk berbaju moral agama(siapa yang tidak punya moral bagaikan lalat.Red). Meskipun Rasulullah SAW sudah menganjurkan umat-umatnya untuk berpakaian moral agama, namun respon dari mereka, hanya menganggap hadits beliau adalah isapan jempol belaka.

Murahya moral remaja bangsa kita, bisa kita lihat dari realita para pelajar sekitar kita. Meskipun mereka pelajar yang seharusnya terpelajar akan tetapi mereka hanya seperti mengenakan moral mereka pada jam-jam sekolah saja. Setelah jam sekolah usai, atribut moral mereka begitu saja di tanggalkan di rumahnya masing-masing dan keluar rumah tanpa moral bagaikan para binatang yang berkeliaran. Contoh kecil dari itu adalah banyaknya dari kalangan hawa yang bedomosili di madrasah hanya memakai penutup kepala(Jilbab.red) atau penutup tubuh (Baju muslim.red) hanya bertujuan untuk formalitas seragam yang telah di tetapkan dari madrasahnya. Mereka bukan bertujuan untuk melaksanakan tuntutan dari agama melainkan mereka lebih di tuntut dari pihak madrasah. Karena dari realitanya banyak pelajar hawa hanya menutup aurat ketika bersekolah saja dan ketika sudah di luar, mereka begitu saja menanggalkan penutup auratnya di rumah(keluar rumah dengan aurat terbuka.red).

Lain ladang, lain pula belalang. Mungkin ungkapan itu patut disematkan pada pelajar putra yang berdomisili di madrasah. Karena realitanya tak jauh berbeda dari apa yang pelajar hawa lakukan. Meski di madrasah, keseharian mereka dipenuhi dengan materi-materi yang tak jauh dari agama, moral dan kebangsaan. Akan tetapi itu hanyalah isapan jempol belaka. Realita di luar jauh berbeda dangan apa yang diharapkan di dalam. Di dalam, mereka begitu patuh dan taat akan undang-undang yang ada. Sedang ketika jam sekolah sudah usai, mereka tak lagi seperti seorang pelajar. Banyak dari mereka yang menanggalkan ilmu dan pakaian moral yang sudah di bekali dari sekolah seperti halnya marak terjadi kasus prostitusi, perjudian dan aksi ugal-ugalan. Dari contoh sebagian kejadian itu tidak ada indikasi yang menunjukkan mereka adalah seorang pelajar muslim.

Dari berbagai rentetan-rentetan kasus yang menyangkut kepolisian, baik itu berupa bobroknya moral, banyak dari kalangan pelajarlah yang menjadi tersangkanya. Mungkin bila MenDikNas punya pemahaman tentang kehancuran moral para pelajar negeri ini. Pastinya materi tentang moral akan diujikan dalam ujian Nasional maupun ujian praktek. Akan tetapi cara itu bukanlah satu-satunya jalan pintas yang bisa digunakan sebagai jalan keluar dari permasalahan moral itu. Namun penekanan dari guru dan peran serta Orang tualah yang dapat menekan dan mengawasi para pelajar dan anaknya untuk melakukan suatu moral yang baik, luhur dan berbudi pekerti. Sehingga apabila moral mereka baik maka agama juga akan menjadi baik dan bangsapun akan menjadi baik.


Rasulullah SAW bukan diutus di muka bumi ini untuk menyempurnakan ilmu , melainkan di utus untuk menyempurnakan moral umatnya.

*dimuat di buletin madrasah NU TBS el_Insyaet edisi 42

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html