Sunday, 6 March 2011

Remaja Menjadi Pondasi Bangsa

foto diambil oleh satu dari anak KAMAL Jumat saat Nur Widowati sedulur Pesan-Alid sedang mertamu ke Gubuk Jetak.
“Pemuda(Remaja.red) adalah pemimpin di masa yang akan datang.” adalah petikan dari sebuah hadits dari beliau junjungan kita nabi Agung Muhammad SAW. Beliau berharap agar umatnya, terutama generasi muda yang akan meneruskan kepemimpinannya agar serius dalam melanjutkannya. Namun apakah para calon pemimpin kita sudah siap dengan akhlaq mereka dan pengetahuan mereka? Mengingat banyaknya kenakalan-kenakalan yang terjadi pada generasi muda kita. Seperti adanya tawuran antar pelajar, zina di luar nikah dan pergaulan bebas. Apakah bangsa kita bisa maju dengan adanya peran serta remaja kita?

Disuguhi as’ilah muqoddimah tentang “Seberapa pentingkah peran seorang remaja pada kemajuan bangsanya?” dari 80 Responden el_Insyaet(Resya), 84% Resya sepakat memilih opsi “Sangat penting”. Berbagai statement pun di utarakan.

“Karena remaja merupakan penerus bangsa. Kalau tidak remaja siapa lagi? Apakah para pemimpin sekarang akan terus memimpin? Jelasnya tidak akan” ujar salah satu santriwati MA Banat, Syarofis Si’ayah XI IPA U. Hal senada juga dilontarkan oleh rekan seperguruannya yakni Fakhrun Nisa’ dengan memakai gaya ke-Inggrisannya “I Think it’s so important for our nation. Because We are the next leader! Appointed to our nation.”

Dukungan terus mengalir, kali ini dari kontingen MA Muallimmat“Karena, kemajuan globalisasi di dunia ini harus dilengkapi dengan peran seorang remaja yang tetap menjadi patokan bagi bangsa. Daya eksplor remaja harus tetap dikembangkan demi kemajuan bangsa” tutur Dewi Asas Millah, yang didaulat sebagai ketua osisnya. Tak hanya itu, M. Hadi Santoso XI IPA 2 TBS juga ikut urun komentar, “Karena remaja adalah salah satu kunci awal dari kemajuan atau keterpurukan bangsa. Jika generasinya baik maka baik pula negara tersebut dan sebaliknya.” ungkapnya setelah bangun dari tidur panjangnya.

Sementara itu, 11%(9 Resya) yang lain memilih opsi “Gak penting-penting amat.” Diawali Shofa Kamalia menilai bahwa remaja sekarang ini tidak mungkin bisa memajukan bangsa karena remaja sekarang lebih suka enak-enakan ketimbang bekerja keras. “Biasa aja, lha wong remaja sekarang lebih suka enak-enakkan dari pada memperluas pengetahuan untuk kemajuan bangsa. Lebih suka facebookan dari pada browsing tentang ilmu pengetahuan.” begitulah ungkap siswi XI IPA 2 MA Muallimat ini.

“hey….hey…hey…” teriakan resya yang menentang kedua opsi tadi. Sebanyak 5% Resya memilih Opsi lain yakni “lumayan penting”. M. Taqiyuddin salah satunya, ia berargument bahwa yang terpenting sekarang adalah peran pemimpin sekarang, sedangkan peran remaja adalah nomer dua. “Menurut aku, yang paling penting adalah bagaimana pemimpin bangsa sekarang ini dapat menjalankan perannya dengan baik, kalau sudah begitu insya allah Indonesia pasti maju.” celetuk siswa yang duduk di bangku XI IPA 1 TBS. [A_Ra]

0 tanggapan:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html