Tuesday, 8 March 2011

TAKDIR, I Don’t Know

Sementara itu, disodori pertanyaan tentang “takdir yang bisa merubah masa depan dan takdir yang tidak akan merubah masa depan”. Dari 48 pelajar sample dari perwakilan sekolah-sekolah yang ada di Kudus. 46% Resya merasa “tahu” tentang “takdir yang bisa merubah masa depan dan takdir yang tidak akan merubah masa depan”.
M. Hasan Shiddiq salah satunya. Santri yang berdomisili di PPRM Jagalan ini merasa mengetahui tentang “takdir yang bisa merubah masa depan dan takdir yang tidak akan merubah masa depan”. Dengan nada keangkuhannya ia berujar “Itu kan makanan kita sehari-hari. Sebagai generasi AsSalafy wajib tau donk soal tauhid!!”(Sebenarnya tahu apa enggak sich.red). Santri yang kerap dipanggil Hasan ini mendapat dukungan dari rekanitanya yaitu Purwanti. Purwanti akan menjelaskan maksud dari mas Hasan itu sebenarnya apa. “Takdir Mubram dan takdir ghairu mubram/Muallaq. Takdir Muallaq bisa berubah dengan adanya kita ikhtiyar dan berdo’a” celetuk santriwati II Ulya MADIPU TBS atas pembelaan terhadap statmentnya Hasan. Dukungan juga datang dari teman sekelasnya Purwanti yaitu Hani Am Maria. ”Takdir bisa dirubah dengan do’a dan ikhtiyar. Ada yag tidak bisa dirubah(Mati. Dll). Semua sudah kehendaknya” koarnya sak ba’danipun tangi saking tilemipun. Dukungan terus datang, kali ini dari Kontingen MA Qudsiyyah yaitu M. Ni’am. “Mubram: tidak bisa dirubah : Mati. Muallaq: bisa dirubah: Prestasi” tuturnya dengan penyampaian yang sangat amat singkat dan sesingkatnya.
Sementara itu, 8% Resya(4 pelajar) mengaku “Lupa” tentang “takdir yang bisa merubah masa depan dan takdir yang tidak akan merubah masa depan”. Yani’atu Hujjatunnafiah salah satu yang berani angkat suara dengan lantang kalau dia “lupa”. “ kalau diingat-ingat. Takdir yang bisa merubah tidaknya itu termasuk rahasia Allah. Kita hanya mampu untuk berusaha dan berdo’a juga berikhtiyar dalam menentukan masa depan yang baik untuk kita.” Tutur siswi XI IPA 1 MA NU Mu’allimat dengan ketakutannya yang amat mendalam( lagi amnesia kali ya….red).
Sedangkan Resya yang mengaku “tidak tahu” berjumlah sama dengan Resya yang mengetahuinya. “Karena semuanya kembali kepada Allah dan manusia itu sendiri. Namun, perlu ditekankan lagi bahwasanya takdir yang terjadi juga karena sikap dan tingkah laku perbuatan manusia itu sendiri” ungkap Dewi Asas Millah XI IPA 2 yang menjabat sebagai ketua Osis MA NU Mu’allimat . Dukungan juga datang dari rekan seperguruannya yaitu Noor Khasanah. “ karena takdir hanya Allah yang tahu. Akan tetapi, kita juga harus tetap berusaha. Karena takdir mencerminkan kepribadian seseorang” ujar Siswi kelas XI IPA 1. Dukungan juga datang dari siswa SMA N 1 Kudus yakni Aminudin F. dia merasa bahwa takdir itu ditangan Tuhan. Sehingga kita tidak mengetahuinya. “Tidak tahu. Takdir ditangan Tuhan” tuturny polos. Tak mau ketinggalan kali ini statement datang dari Ryan. Siswa yang mengaku pecinta berat Avenged sevenfold ini berasumsi kalau dia tidak tahu apa-apa. “ I Don’t Know What-what” celetuk siswa XI B MA NU TBS dengan bahasa inggris yang masih tertatih-tatih untuk mengejanya satu per satu.[A_Ra]

0 tanggapan:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html