Wednesday, 11 May 2011

Implementasi God Power dan Brain Power

God Power adalah kekuatan hati yang secara hakiki bersumber dari Tuhan. Sedangkan Brain Power adalah kekuatan akal pikiran manusia dengan keyakinan yang murni tanpa ada sedikit syak (keraguan.red).
God Power
Seperti pengertian diatas, God Power berarti kekuatan yang secara tidak kita fikirkan bisa terjadi atas kehendak Allah SWT, jadi dalam konteks God Power ini, manusia hanya memasrahkan diri kepada Allah SWT. Menanggapi hal itu, kebanyakan orang belum mempunyai keyakinan kepada God Power, bahwasanya God Power ada dalam diri tiap individu masing-masing insan. Karena rata-rata manusia selalu mengedepankan kekuatan akal fikiran ketimbang hati nuraninya.
Sebelumnya penulis juga merasa seperti pembaca. Tidak percaya dan belum pernah melakukan kekuatan itu. Namun setelah penulis mendapatkan sedikit ilmu tentang God Power tersebut, tepatnya ketika liburan semesteran gasal 2010/2011 di Semarang, akhirnya penulis percaya akan adanya God Power yang maha dahsyat itu pada diri penulis. Konsep ini sebetulnya mudah dan sangat amatlah mudah dipahami dan dilakukan, akan tetapi ilmu tentang God Power ini sangat berhubungan erat dengan apa yang namanya ilmu Thoriqoh ataupun ilmu Hakikat dan yang sering kita kenal ilmu Tasawwuf. Teori God Power yang hanya dibutuhkan adalah sifat Ikhlas, Pasrah, dan Tawakkal.
Sebetulnya banyak dari kita yang mengetahui tentang God Power dalam konteks yang ringan, akan tetapi kita tidak sadar bahwasanya kita sedang membicarakan God Power. Hati kecil, itulah God Power yang sering kita perbincangkan. Dalam hati kecil tidak akan mengatakan sesuatu yang tidak benar, meskipun mulut kita berkata yang sebaliknya dari kenyataan. Karena Allah SWT tidak pernah berkalam yang tidak benar, jadi kekuatannya juga pasti benar. Maka kebenaran selalu ada dalam hati kecil kita. Oleh sebabnya banyak dari orang yang berilmu selalu bersaran, apabila ada yang meminta solusi permasalahan, “Jangan bohongi hati kecil”.
Ilmu yang penulis dapatkan sebenarnya memakai bahasan God Spot (Jaringan Tuhan), akan tetapi saya luaskan maksud itu menjadi kata God Power, tapi bermaksud yang sama. “Dalam hati tiap manusia pasti ada God Spot”, itulah sedikit kalimat yang bisa penulis kutip. God Spot adalah nama lain dari Hati kecil. Dalam pembahasan ini, penulis bertanya-tanya, apakah God Spot yang dimaksud itu adalah Nur Muhammad yang sering penulis dengar dari Mauidloh Hasanah para Habaib atau Masyayich kala pengajian umum? Dan jawabannya adalah sama. Namun bahasa God Spot dipakai oleh para ilmuan yang masih berkeyakinan kejawen. Sedangkan bahasa Nur Muhammad itu dipakai Masyayech yang memakai sumber referensi dari ilmu pendidikan agama Islam. Jadi kata God Spot atau Nur Muhammad atau Hati kecil bersumber pada kekuatan Tuhan atau God Power.
Teori dari God power sangatlah mudah. Untuk menuju pada God Power tersebut, maka kita harus menghidupkan apa yang namanya God Spot/Nur Muhammad. Dengan cara kita mengkosongkan fikiran kita, tanpa memikirkan apapun. Kemudian kita berdzikir mengingat Allah SWT, dan hati kita merasa pasrah, bahwasanya mati dan hidup kita dan semua yang telah kita raih dan akan kita raih adalah kehendak Allah SWT. Jadi fikiran kita tak berfikir apa-apa, cuman hati kita yang berdzikir kepada Allah SWT dengan kesatuan yang menyatu. Maka yang akan terjadi adalah kekuatan Tuhan yang ada, dan kita hanya merasa tubuh kita bergerak tanpa kita mencoba menggerakkannya. Dan kita tidak sadar apa yang kita lakukan, hanya rasa tubuh bergerak saja tanpa kita tahu yang kita lakukan. Itu hanya tingkat God power yang masih ringan. Apabila kita menilik sejarah akan Syech Siti Jenar, maka yang kita dapati adalah tingkat God Power yang sangat tinggi. “manunggaling kawulo ing Gusti”.
Brain Power
Sedangkan, jika kita membahas tentang brain power, maka yang kita dapati adalah kekuatan akal fikiran yang dikedepankan. Memang penulis setuju akan adanya Brain Power dalam kehidupan insaniyah, agar ada motifasi dan plan-plan yang tepat dimasa depan kita.
Penulis juga pernah melakukan brain power yang kekuatannya juga dahsyat. Ketika LDK PP-IPNU TBS tepatnya, dengan diberi motifasi oleh motifator yang terkenal di kota Kudus, untuk memecahkan sebuah pensil dengan satu jari, dan hasilnya sukses. Jadi yang bisa penulis simpulkan dari Brain Power adalah kekuatan akal fikiran kita untuk melakukan sesuatu hal apapun dengan keyakinan yang murni tanpa diembel-embeli Syak sedikitpun.
Namun penulis sedikit pro dan sedikit kontra dengan brain power. Pro penulis, Brain Power itu sebagai motifator menjalani kehidupan yang bersifat planingisasi manusiawi. Namun Kontra penulis karena brain power terlalu mengedepankan akal fikiran, yang penulis tambah sayangkan ketika salah satu motifator mengatakan takdir yang tidak bisa dirubah adalah Takdir kelahiran dan takdir kematian, dan semuanya takdir bisa dirubah. Namun dari segi agama penulis, takdir yang tidak bisa dirubah adalah kelahiran, jodoh, mati, nasib wa akhowatuha. Jadi dalam konteks brain power terlalu ngoyo untuk melakukan harapan dan impian. Memang boleh-boleh saja, kita punya harapan dan impian, tapi harus diimbangi dengan tawakkal pada Allah akan hasil akhir dari harapan dan impian tersebut, kita harus tawakkal memasrahkan semuanya kepada Allah SWT.
Dalam tulisan ini penulis tidak bermaksud memojokkan Brain Power. Namun mencoba bersama-sama mengaplikasikan keduanya dalah kehidupan kita. Contohnya saja ketika kita melakukan sesuatu yang sifatnya duniawiyyah, kita memakai Brain Power untuk memotifasi kita. Agar koneksi kekuatan akal fikiran kita bisa bekerja dengan sebaik mungkin. Dan ketika kita melakukan ibadah seperti halnya Sholat dan sebagainya, dan ketika kita berdo’a pada Allah SWT, cobalah mengaktifkan God Spot tersebut, agar hati kita bisa hadlir God Power tersebut. Perlu diingat bahwa ketika God Spot itu hidup, dan God Power itu hadlir, maka semua Do’a kita akan terijabahi, karena yang melafadzkan do’a itu adalah Allah SWT sendiri. Coba lihat para Ulama’, khususnya Ulama’ salafus shalihin. Banyak dari do’a-do’a mereka selalu terijabahi. Alasannya apa? Kenapa do’a mereka terijabahi? Cukup mudah jawabannya, karena mereka bisa menghadlirkan God Power tersebut dalam God Spot mereka.
Jadi lakukanlah kedua kekuatan itu pada waktu yang tepat. Karna kita wajib menjalankan dua hubungan, yakni hubungan horizontal atau hubungan sesama manusia(hablum minan nas.red) dan hubungan vertikal atau hubungan dengan Allah SWT(hablum minallah.red). Jadi tempatkan Brain power manakala kita melakukan hubungan horizontal. Dan lakukan dan hadlirkanlah God Power tersebut manakala kita sedang melakukan hubungan sakral dengan Sang Khaliq.

Oleh: Ibnu Choliel *)
(dimuat elinyaet edisi 44)

0 tanggapan:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html