Tuesday, 14 January 2014

Mengenal Lebih Dekat Rumah Baca Pesan-Alid

logo Rumah Baca Pesan-Alid
Pendahuluan

Rumah Baca PeSaN-ALiD merupakan cikal bakal dari lahirnya Lembaga PeSaN-ALiD. Sebelum ruang di lahan Ibu Hj. Fathinun dipakai sebagai ruang belajar Rumah Baca PeSaN-ALiD, secara personal HB. Arafat melakukan langkah pengumpulan buku-buku pribadinya di kamar pribadinya, di kamar pondok pesantrennya— dari PP. Raudlatul Muta’allimin Jagalan 62, Langgardalem, Kota, Kudus ke PP. ArRaudlatul Mardliyyah Janggalan, Kota, Kudus— dengan nama Arafat Library.
Arafat Library
Arafat Library merupakan gagasan kecil dari keegoisan HB. Arafat untuk mengelola buku-bukunya sendiri. Meski jarang membaca universalitas buku-buku namun kegemaran menyimpan terlebih dahulu—yakni lebih baik memiliki dulu, meski belum berminat membacanya— sebelum membacanya. Lantaran genre yang melulu itu-itu saja, HB.Arafat hanya membaca buku-bukunya mengenai fiqih (Islam), sejarah dan tasawuf saja, belum merambah ke tasawuf, bahasa dan sastra. Namun, setidaknya ia berani mencintai ilmu, itu merupakan alasannya untuk tetap menyimpan buku-buku yang tidak ia minati sebelumnya. Wal hasil ia mampu mengelumpukkan buku dikisaran 500-an eksemplar.
Lalu, muncullah ide untuk melabeli seluruh buku-bukunya dengan nama Arafat Library. Itupun tidak dicatat titi mangsa kapan ide itu muncul. Ingatannya hanya mencatat pada waktu ia masih nyantri di pesantrennya Kiai Muhammad Ma’ruf Irsyad, Allahu Yarham. Menurutnya, latar belakang pelabelan Arafat Library(AL) dikarena kebanyakan keberadaan buku-bukunya waktu itu di pesantren, sehingga memaksanya untuk melabeli agar tidak hilang dan tidak terbawa oleh teman-temannya. Maklum di pesantren banyak teman-temannya dan masih banyak santri yang belum menyadari karomah ilmu—yang disadari hanya kitab kuning— yang begitu universal. Sebagian lagi buku-bukunya di rumah, Gubuk Jetak.
Ketika prosesi perpindahan dari PP. Raudlatul Muta’allimin Jagalan 62 ke PP. ArRaudlatul Marldiyyah Janggalan, syukurlah berhasil dengan keselamatan buku-buku. Seluruh koleksinya masih utuh, bahkan ada sedikit tambahan koleksi atas kenang-kenangan dari teman-temannya di Jagalan 62 yang memberikannya. Ketika di PP. ArRaudlatul Mardliyyah Janggalan, karena kenakalannya, pada prosesi balik omah, sebagian buku-bukunya masih tertinggal disana. Sehingga mengurangi koleksinya pada kisaran 500-an menjadi 400-an.
(bersambung)

0 tanggapan:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html