Friday, 6 June 2014

Pernikahan Muhammad

Oleh: Arafat Ahc*)

               Pertama kali Rasulullah menikah ketika pra-penciptaan alam raya, yakni ketika Allah hanya menciptakan syahada; Asyhadu A(n)Laa Ilaahaa Ill(a)Allah, Wa A(n)Na Muhammad(ar)Rasulullah. Setelah itu Allah menciptakan Alam seisinya—termasuk jin, Iblis, serta malaikat— lalu menciptakan Adam. Dalam pernikahan ini yakni, pernikahan antara Makhluk-Khaliq, dimana manusia akan mengalami masa seperti ini ketika ia sudah mencapai tahap Manunggaling Kawulo Lan Gusti, atau ketika Rasulullah Muhammad bertapa di Goa Hira’—fase-fase ini sering dialami banyak salik dalam menjadi kekasih Allah—.

           Pada pernikahan keduanya, Rasulullah yakni tatkala ia mempersunting Khadijah RA, serta istri-istri beliau lainnya. Merupakan pernikahan pria-wanita, dan setiap manusia pasti pernah dan akan melakukannya.

Pernikahan ketiga yakni ketika dalam perjalanan hijrah, dalam Goa Tsur, beliau berinteraksi dengan ular tersebab ular itu ingin melihat wajahnya—selain itu ada banyak interaksi Rasulullah dengan onta, awan, rembulan, serta lainnya—. Saya menyebutnya sebagai pernikahan antar makhluk.

Dalam pernikahan keempat, ini merupakan pernikahan yang paling penting dalam kehidupan berbangsa serta bernegara. Yakni pernikahan antara pemimpin dan rakyat, ketika itu beliau sah menjadi suami bagi rakyatnya sesudah melaksanakan hijrah dari Mekah ke Madinah.

Sebelum itu Rasululullah juga melakukan pernikahan antara Imam-Makmum/Nabi-Umat. Ketika itu beliau benar sah diangkat menjadi suami bagi umatnya, saat usianya memasuki 40 Tahun—versi hijriyah—, di Goa Hira’.

Setiap manusia memang harus melakukan pernikahan-pernikahan tersebut jika memang sanggup hidup di ruang cinta, kasih serta sayang. Sebab pernikahan akan kekal apabila didalamnya terdapat cinta serta kasih sayangnya. Maka mari merenung untuk tidak mengatakan menikahi sesuatu apabila kita masih tidak bisa memahami, mengasihi serta mencintai aspek-aspek tersebut. Menikah tanpa dilandasi rasa yang fundamental tersebut, maka yang akan terjadi adalah perceraian. Mesakno KUA versi Allah, ketika mau mencatat kebaikan-kebaikan yang kalian lakukan.

Kos Gombel, Jumadil Akhir 1435

dimuat di buletin Provokatif edisi 4

0 tanggapan:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html