Thursday, 30 April 2015

Ruang Kelas Tak Menghadirkanmu

Pada pijar lampu yang menggigil. Tiap waktu, tangan-tangan memanggil. Kamu yang terlalu abstrak untuk ku presentasikan. Dan kawan-kawan berlari mengejar pertanyaan. Dimana jawaban, yang telah ku simpan di lacimu? Kau dimana?

Kau tak pernah hadir setiap kali aku mempresentasikan namamu. Lalu bagaimana kawan-kawan bisa mengakhirkan pertanyaannya. Sedangkan kau tak nampak, disaat aku begitu berharap padamu.

Di lacimu, selalu ku absen daftar isi lacimu. Pertanyaan lagi, lagi-lagi pertanyaan yang melambaikan tangan sambil bertanya-tanya lagi. Laci-laciku makin menumpuk oleh pertanyaan yang tak tuntas kita jawab. Lalu bagaimana aku mempresentasikanmu?

Kau dimana?
Aku berkali-kali memanggil namamu, memanggil baumu, memanggil kata-katamu. Bukan kau yang hadir menyampaikan jawaban. Tapi pertanyaan terus melambaikan tangan memanggil-manggil kita.

Kau terlalu abstrak untuk ku presentasikan, jika kau tak hadir di sini. Menemani kegelisahan yang bercakap ria dengan pertanyaan-pertanyaan.

Ngaliyan, Dzulhijjah 1433

satu puisi yang terselip di Pertemuan Penyair Asia Tenggara (Judul Buku: Lentera Sastra II) Oktober 2014

0 tanggapan:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html