Saturday, 13 June 2015

Menara Pisa Salah Desain



Menara Pisa Salah Desain[1]
Oleh: Arafat Ahc
A.n Habib Arafat
Rais Tanfidziyyah PeSaN-ALiD Demak, mantan Redaksi Buletin eL_Insyaet

I
Antipator Sidon (sekitar 140 SM) pernah menulis sebuah puisi begini,
I have set eyes on the wall of lofty Babylon on which is a road for chariots, and the statue of Zeus by the Alpheus, and the hanging gardens, and the Colossus of the Sun, and the huge labour of the high pyramids, and the vast tomb of Mausolus; but when I saw the house of Artemis that mounted to the clouds, those other marvels lost their brilliancy, and I said, 'Lo, apart from Olympus, the Sun never looked on aught so grand. (Greek Anthology IX)[2]
Begitulah mula tercetusnya tujuh keajaiban dunia, merujuk pada tujuh keajaiban dunia kuno. Dari Antipater, terbuatlah daftar strukturalnya yakni, Tembok Babilonia[3], Patung Zeus[4], Taman Gantung Babilonia[5], Kolosus Helious Dewa Matahari[6], Piramida Giza[7], Mausoleum Mausolus[8] dan Kuil Artemis[9]. Karena ada beberapa alasan, yakni sudut pandang serta bukti, karena ruang dan waktu yang terus berubah-ubah, menambah khazanah pustaka otak mengenai keajaiban dunia yang bisa kita nikmati. Banyak orang beranggapan ada enam set yang mesti dibagi sebagai keajaiban dunia. Pertama, keajaiban dunia kuno, segala hal yang ditulis Antipater. Namun ia tidak menulis Mercusuar Iskandariyah, melainkan Tembok Babilonia.
Kedua, keajaiban dunia pertengahan, merupakan peninjauan ulang atas hilangnya ingatan keajaiban dunia kuno oleh para cendik-pandai dan filsuf. Hal semacam itu membuat hilang suatu yang lama dan mengganti yang baru (dibuat) dalam daftar tujuh keajaiban dunia pertengahan. Tujuh keajaiban tersebut adalah Katakomba Kom El Shoqafa, Colosseum, Tembok Besar China, Hagia Sophia, Menara miring Pisa, Menara porselen Nanjing[10], dan Stonehenge[11]. Ketiga, keajaiban dunia alami, yakni, Grand Canyon, Great Barrier Reef, Pelabuhan Rio de Janeiro, Mount Everest, Northem Lights, Volkano Paricutin dan Air Terjun Victoria.
Keajaiban bawah air merupakan set keempat dari enam set yang dibuat—untuk memudahkan persepsi banyak orang—. Tujuh keajaibannnya adalah Karang Penghalang Belize, Deep Sea Vents, Kepulauan Galapagos, Karang Penghalang Besar, Danau Baikal, Laut Merah Utara, dan Palau. Sementara set kelima, yakni tujuh keajaiban dunia modern. Banyak orang menyusun daftar keajaibannya, berikut yang paling umum: Terowongan Channel[12], Menara CN[13], Empire State Building[14], Jembatan Golden Gate[15], Dam Itaipu[16], Proyek Delta (Zuiderzee)[17], dan Terusan Panama.
Terakhir adalah set tujuh keajaiban dunia baru. Daftar dari tujuh keajaiban ini diambil dari banyaknya suara—entah suara yang mana yang mereka perdengarkan. Dari dua puluh satu finalis[18] terpilih tujuh keajaiban dunia baru dan satu kandidat kehormatan—lantaran satu-satunya keajaiban dunia kuno yang masih ada—. Inilah delapan keajaiban dunia baru: Tembok Besar Tiongkok (RRT), Petra (Yordania), Patung Kristus Penebus (Rio de Janeiro, Brazil), Machu Picchu (Cuzco, Peru), Chichen Itza (Yucatan, Mexico), Colosseum (Roma, Italia), Taj Mahal (Agra, India) dan Piramid Giza (Kairo, Mesir) pada tanggal 7 Juli 2007.
Terlepas dari seluruh set pembagian keajaiban dunia dan kepentingannya. Ada hal menarik dari satu dari semua keajaiban dunia, yakni Menara miring Pisa (Italia). Mengapa menarik(?), lantaran keajaiban dunia ini merupakan karya yang gagal. Mengapa gagal(?), karena oleh sang arsiteknya, ada kesalahan ketika mendesaign bangunan yang merupakan menara lonceng katedral di kota Pisa.

II
Arsitektur merupakan seni yang merepresentasikan dirinya sebagai individu yang mampu memiliki daya imajinasi. Selain itu, arsitektur memiliki definisi—yang kini lebih sering dipakai, meskipun sempit— ilmu dalam merancang bangunan. Arti secara (sedikit lebih) luas arsitektur mencakup perancangan dan pembangunan keseluruhan lingkungan binaan, secara level makro, yakni perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lanskap. Sementara di level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada segala hasil dan proses perancangan tersebut.
Menurut Vitruvius[19] bangunan yang baik haruslah memiliki keindahan atau estetika (venustas), kekuatan (firmitas), dan kegunaan atau fungsi (utilitas), seperti halnya puisi dan sebuah tulisan. Arsitektur bisa dikatakan sebagai keseimbangan dan koordinasi dari ketiga unsur tersebut. Dalam definisi modern hanya mencakup pertimbangan fungsi, estetika dan psikologis. Namun unsur estetika dan psikologis bisa memasuki unsur fungsi dan mungkin lebih tepat sesuai Vitruvius.
Sementara arsitektur dari Menara Pisa yang oleh sang arsitek, Bonanno Pisano, mulanya dibuat vertikal seperti menara lonceng pada umumnya, mengalami kemiringan tak lama pasca pembangunannya yang dimulai pada Agustus 1173 M. Merujuk pada definisi Vitruvius, estetika, mungkin secara estetika, Menara yang terletak di belakang katedral dan merupakan bangunan ketiga lapangan pelangi[20] kota Pisa, bisa dikatakan indah dan nyentrik. Lantaran hanya bisa ditemukan dalam imajinasi, seseorang (di abad 12) akan membangun suatu bangunan miring. Nyatanya Menara Pisa mampu menjadi suatu keindahan yang belum ditemukan di tahun-tahun tersebut meskipun keindahan itu merupakan hasil dari proses yang gagal.
Kedua, kekuatan, merupakan unsur penting dalam suatu bangunan. Arsitektur adalah holak, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, politik, sejarah, dan sebagainya, seperti yang dikatakan Virtuvius, bahwa arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya dan dilengkapi dengan proses belajar, dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni. Ia pun menambahkan bahwa seorang arsitek harus fasih dalam bidang musik, astronomi, dsb. Sementara filsafat merupakan fakultas utama dalam pendekatan arsitektur, sebab dari filsafat ada beberapa arahan yang mempengaruhi arsitektur, yakni: rasionalisme, empirisme, fenomologi strukturalisme, post-strukturalisme, dan dekonstruktivisme.
Salah satu kegagalan arsitekur Menara Pisa adalah kekuatan. Secara matematis, teknologis, sains serta arahan filsafat mestinya kekuatan berdirinya Menara Pisa bisa diperhitungkan. Ketinggian menara ini adalah 55,86 m dari permukaan tanah terendah dan 56,70 m dari permukaan tanah tertinggi. Sementara lebar dinding bawah mencapai 4,09 m dan 2,48 m bagian puncak. Perkiraan bobot mencapai 14.500 ton dan memiliki 294 anak tangga. Bagaimana bisa sebuah bangunan yang hari ini memiliki ketinggian +/- 50 m, sementara ketinggian awalnya 55,86-56,70 m? Coba kalian hitung.
Memang segala sesuatu jika tidak diperhitungkan dengan matang, maka akan menemui kegagalan—kecuali, orang-orang yang bejo—, tapi untungnya Menara Pisa masing bisa berdiri meski miring. Rasionalisme filsafat mengenai sains, yakni geologi tanah di daerah Pisa mestinya diperhitungkan dengan cermat, yakni kemungkinan bergesernya tanah yang terjadi akibat lempeng bumi yang setiap waktu bergeser. Pun perhitungan matematis menyoal kedalaman pondasi, luas penampangnya dan volume bangunan tersebut. Begitu juga teknologi yang digunakan dalam memilih bahan bangunan serta proses pembangunannya. Untungnya masih ada kesuksesannya dalam unsur fungsi yang ketiga, yakni fungsi.
Tiap hari orang berduyun, berdatangan hanya untuk berdo’a di katedral samping Menara Pisa. Seperti halnya adzan di masjid untuk memanggil orang sholat, menara yang diterima sebagai satu situs warisan dunia UNESCO, juga memiliki fungsi menandai waktu-waktu ibadah orang (yang mau) beribadah di dalam katedral. Selain itu ada fungsi lainnya, yakni sebagai tempat pariwisata wisatawan, baik dari dalam maupun luar Italia.

III
Pembangunan Menara Pisa dilakukan dalam tiga tahap, akibat dari desain dan perencanaan yang kurang matang. Dalam jangka waktu 2 abad, yakni 1173-1350 M, sebab sempat terhenti ketika mengetahui bergesernya menara dan miring. Pembangunan pertama di lantai pertama pada 9 Agustus 1173. Di lantai pertama, kita akan menemukan estetika dari batu marmer putih yang menghiasinya, merupakan era kesejahteraan dan kejayaan militer. Serta pilar yang mengelilingi dengan huruf klasik, yang mengarah miring terhadap lengkungan kerai.
Ketika mengetahui ketidaksesuaian dari desain awal, maka berhentilah proyek pembangunan tersebut. Mengetahui kesalahannya, seorang manusia—tak terkecuali arsitek— yang baik pasti akan memperbaiki keadaan yang lebih baik, dengan memanfaatkan ilmu (yang ada) untuk memperhitungkan kembali dan mempertimbangkannya. Kemudian praktik dan teori dikelola dan dikembangkan untuk menyesuaikan yang ada.
“Praktik dan teori adalah akar arsitektur. Praktik adalah perenungan yang berkelanjutan terhadap pelaksanaan sebuah proyek atau pengerjaannya dengan tangan, dalam proses konvensi bahan bangunan dengan cara yang terbaik. Teori adalah hasil pemikiran  beralasan yang menjelaskan proses konvensi bahan bangunan menjadi hasil akhir sebagai jawaban terhadap suatu persoalan. Seorang arsitek yang berpraktik tanpa dasar teori tidak dapat menjelaskan alasan dan dasar mengenai bentuk-bentuk yang dia pilih. Sementara arsitek yang berteori tanpa berpraktik hanya berpegang kepada “bayangan”dan bukannya substansi. Seorang arsitek yang berpegang pada teori dan praktik, ia memiliki senjata ganda. Ia dapat membuktikan kebenaran hasil rancangannya dan juga dapat mewujudkannya dalam pelaksanaan.” —Virtuvius
Proyek pembangunan kembali dilanjutkan dengan tiga dari delapan tingkatnya di buat vertikal. Fungsinya untuk mengubah titik gravitasi menara yang telah melenceng hampir 5,1 meter dari desain semula. Meski sudah direnovasi, menara tetap bergerak miring hingga sekarang dan selalu lebih miring beberapa millimeter tiap tahunnya. Meski begitu, kesalahan desain Menara Pisa (minimal) bisa menjadi suatu keajaiban dunia lewat estetikannya. Serta fungsinya sebagai menara lonceng katedral, (mungkin) menjadi keberkahan tersendiri.

Jagalan 62, Ramadlan 1431
di eL-Insyaet edisi XLII

[1] Pernah dimuat di buletin el_Insyaet edisi 42, yang dimuat hanya separagraf yang menjadi pokok pikiran per paragraf karena keterbatasan halaman.
[2] Artinya sebagai berikut “Aku telah menyaksikan tembok Babilonia yang perkasa yang di atasnya terbentang jalanan untuk kereta-kereta perang, dan patung Zeus di tepi sungai Alfeus, aku telah melihat taman gantung, dan Kolosus (patung kolosal) Dewa Matahari, dan gunung buatan dari piramida yang menjulang tinggi, serta makam raya Raja Mausolus; namun ketika aku melihat kuil Artemis yang menjulang ke awan-awan, yang lain itu semuanya kehilangan keindahannya, dan aku berkata, 'Tengoklah, selain Olympus, Matahari tidak pernah lagi melihat apapun yang sedemikian agung.'”
[3] Di pulau Pharos (sekarang Mesir), dekat kota Alexandria, seorang arsitek Yunani Sostratus diminta pemerintahan Ptolemeus II. Dibangun sekitar tahun 270 SM dan ada yang menyebutnya sebagai Mercusuar Iskandariyah.
[4] Dipahat oleh pemahat Yunani Fidias, sekitar tahun 457 SM di Olympia, sekarang Yunani.
[5] Dibuat Nebukadnezar II, sekitar abad ke 8-6 SM, sekarang Irak.
[6] Dibuat sekitar tahun 292-280 SM oleh Chures, sekarang Yunani.
[7] Dibangun pada dinasti ke-4 Mesir (sekitar 2575-2465 SM) sebagai makam untuk Fir’aun Mesir Khufu, Khafre dan Menkaure.
[8] Merupakan makam raja Mausolus, satrap Persia, Caria di kota Halicarnassus, sekarang Bodrum Turki. Sekitar tahun 353-351 SM.
[9] Sekitar tahun 550 SM di Efesus, sekarang Turki.
[10] Nanjing (China).
[11] Di Skotlandia, Britania Raya.
[12] Britania Raya dan Prancis.
[13] Toronto, Kanada.
[14] New York, Amerika Serikat.
[15] San Fransisco, Amerika Serikat.
[16] Brazil dan Paraguay.
[17] Belanda.
[18] 21 finalis keajaiban dunia baru: Acropolis (Athena, Yunani), Alhambra (Granada, Spanyol), Angkor Wat (Angkor, Kamboja), Chichen Itza (Yucatan, Mexico), Patung Kristus Penebus (Rio de Janeiro, Brazil), Colosseum (Roma, Italia), Moai (Pulau Paskah, Chili), Menara Eiffel (Paris, Prancis), Tembok Besar Tiongkok (Republik Rakyat Tiongkok), Hagia Sophia (Istanbul, Turki), Biara Kiyomizu (Kyoto, Jepang), Kremlin, Lapangan Merah, Katedral Saint Basil (Moskow, Rusia), Machu Picchu (Cuzco, Peru), Istana Neuschwanstein (Fussen, Jerman), Petra (Yordania), Piramid Giza (Kairo, Mesir), Taj Mahal (Agra, India) dan Patung Liberty (New York, Amerika Serikat).
[19] Dalam bukunya De Architectura merupakan sumber tertulis paling tua yang masih ada hingga sekarang.
[20] Lapangan pelanginya memiliki nama Campo dei Miracoli.

0 tanggapan:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html