Sunday, 28 August 2016

Putra-putri Ny. Durriyah (Tedunan, Kedung, Jepara)

Putra-putri Ny. Durriyah + Kiai Irfan

  1. Faizah + Akhyar (Tedunan, Kedung, Jepara)
  2. Khosiyah + Abdul Faqih (Jakarta Timur, DKI Jakarta)
  3. Arif Billah + Ma'rifah (Tedunan, Kedung, Jepara)
  4. Wadlihah + Muhlisin (Pesajen, Demaan, Kota, Jepara)
  5. Ahmad Waidh + Siti Durriyah (Tedunan, Kedung, Jepara)
  6. Khoridatun Ni'mah + Muhammad Ubaidillah (Betahwalang, Bonang, Demak)

UNDANGAN: Musyawarah IRMAS BAQIN


di beritahukan kepada SELUHUR remaja IRMAS BAQIN untuk kehadirannya, bahwasanya nanti malam akan dilaksanakan:
  1. Hormat Nabi (grup rebana narju syafa'ah)
  2. Manaqiban
  3. Musyawaroh dan pembentukan kepengurusan Irmas Baqin masa khidmah 2016-2019
.
waktu: 19.30 (Ba'da sholat isya')
tempat: Serambi masjid jami' Baitul Muttaqin
.

NB:
#setelah fakum beberapa thn yg lalu,malam ini PERDANA diadakan kembali 
#undangan sudah di edarkan,dimohon yg blm dpt nanti mlm tetap hadirmatur suwun

Info diambil dari: IRMAS BAQIN
https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1082540058492822&set=gm.286149541760574&type=3&theater

Putra-putri Ny. Farhanah (Tedunan, Kedung, Jepara)

Putra-putri Ny. Farhanah + Kiai Muhtadi

  1. Zakiyah + Ahmad Faiq (Tedunan, Kedung, Jepara)
  2. Laili Badriyah + Abu Sholeh (Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang)
  3. Ahmad Zen + Noor Kholifah (Tedunan, Kedung, Jepara)
  4. Nur Alwiyyah + Hifdzullah (Kartasura, Sukoharjo)
  5. Yasin Hanafi + Rofidah (Ciputat, Tangerang Selatan)

Thursday, 25 August 2016

Siddharta Bertemu dengan Para Pertapa Jang Menjiksa Diri

oleh: Upa. A. Pandita Vidyadharma Soesanto
guru agama buddha SMP/SMA Sekolah Nasional Karangturi Semarang

Siddharta bertempat tinggal tudjuh hari lamanja dalam hutan Mangga Anupiya di tepi sungai Anoma. Ia merasa sangat gembira untuk menikmati bagaimana bebasnja dengan tanpa lagi adanja ikatan keduniawian.

Kemudian ia meneruskan perdjalanannja hendak menudju ke Radjagriha (ibukota Keradjaan Magadha) jang perkasa dibawah asuhan radja Bimbisara. Untuk sampai di ibukota Radjagriha, maka harus ditempuh djalan naik turun gunung melalui hutan-hutan lebat, karena kota Radjagriha itu dikelilingi oleh lima buah gunung jang seolah-olah membentengi kota tersebut. Gunung-gunung Balbara, Bipulla, Tapowan, Sailagiri dan Ratnagiri merupakan benteng alam jang perkasa bagaikan raksasa-raksasa jang mendjaga mengelilingi ibukota keradjaan Magadha itu.

Siddharta menempuh djalan melalui kaki gunung Ratnagiri jang berbatu-batu, menembus hutan lebat jang berpohon besar-besar dan sedjuk hawanja. Diantara pohon-pohon jang besar jang tjukup dimasuki seorang, untuk berteduh. Untuk beberapa waktu lamanja Siddharta memilih salah satu pohon besar jang tjukup besar lobangnja sebagai tempat kediamannja. Ia mengumpulkan rumput-rumput kering dan menjusunnja seperti kasur untuk tidurnja. Makanan diperolehnja dari orang-orang jang simpati.

Disini pulalah ia merenungkan diri dengan tiada memperdulikan gangguan-gangguan, seperti gonggongan andjing-andjing hutan, aumnja harimau dan suara-suara binatang lainja. Bila ia sedang duduk mengheningkan tjipta, sampai tidak terasa ada beberapa andjing hutan disekitarnja bahkan kadang-kadang ada jang naik dipangkuanja. Setelah larut malam barulah ia merebahkan diri sekedar beristirahat dan sebelum matahari terbit ia telah bangun. Pagi-pagi setelah matahari terbit, ia membersihkan diri di sungai atau pantjuran di dekat tempat tinggalnja. Baru kemudian ia turun ke desa-desa guna menerima dana dari penduduk desa itu.

Manakala Siddharta sedang meminta-minta dana di desa-desa, meskipun ia hanja mengenakan djubah jang sederhana. Namun karena wadjah--agungnja selalu menjinarkan tjinta--kasih, sangat menarik perhatian para penduduk. Banjak ibu-ibu jang mengandjurkan kepada anak-anaknja untuk mengangkat udjung djubahnja dan menjentuhkan pada dahinja atau mentjium kaki Siddharta dengan maksud supaja mendapatkan suatu berkah dari pertapa muda itu.

(bersambung)

sumber: Sang Buddha djilid II (Riwajat kehidupan P. Siddharta Gotama) Bagian Kedua. Seri Sinar Vidya. Idzin No. 551/KD3K/A/IX/69.

Putra-putri Ny. Fathinun (Jetak, Wedung, Demak)

Putra-putri Ny. Fathinun + Modin Ahmad Said

  1. Sholihul Hadi
  2. Ahmad Muzamil + Shofiyatun (Jetak, Wedung, Demak)
  3. Fauzi
  4. Fathimatuz Zahra' + Abdul Hadi (Jetak, Wedung, Demak)
  5. Ali Muqodas + Nur Lathifah (Singopadon, Singocandi, Kota, Kudus)
  6. Anshori
  7. Abdullah Hadziq
  8. Hariri Ahmad + Nur Indah Hasanah (Wonosari, Ngaliyan, Semarang)
  9. Haritsah + Yusuf Sugiyanto (Ringinsari, Purwoyoso, Ngaliyan, Semarang)

Ngaji Urip #41

Ngaji Urip #41


" Jangan tanya apa agamaku. Aku bukan yahudi. Bukan zoroaster. Bukan pula islam. Karena aku tahu, begitu suatu nama kusebut, kau akan memberikan arti yang lain daripada makna yang hidup di hatiku. "
- Jalaluddin Rumi

Sunday, 21 August 2016

Putra-putri Ny. Hulaiyah (Halimah) - Babalan, Wedung, Demak

Putra-putri Ny. Hulaiyah (Halimah) + Kiai Asyrofi

  1. Hasan Misbah + Nur Hasanah (Kaliwungu, Kendal)
  2. Fathimah AzZahroh + Ahmad Idris (Babalan, Wedung, Demak)
  3. Muhammad Hamzah + Salmah (Jambu, Mlonggo, Jepara)
  4. Ahmad Hafadz + Mumayyizah (Jambu, Mlonggo, Jepara)
  5. Ahmad Subhi + Nihlah (Babalan, Wedung, Demak)
  6. As'adah + Mas'ad (Babalan, Wedung, Demak)
  7. Fashihah + Afifuddin (Babalan, Wedung, Demak)
  8. Halimatus Sa'diyah + M. Mahfudh (Jondang, Pecangaan, Jepara)
  9. Asyrofah + Misbahul Munir (Jetak, Wedung, Demak)
  10. M. Khudlori + Ulfatun Ni'mah & Luthfiana Miskiya (Babalan, Wedung, Demak)

Putra-putri Ny. Silmun (Menco, Berahankulon, Wedung, Demak)

Putra-putri Ny. Silmun + Kiai Nurhadi, Kiai Slamet, Kiai Suparmono, Kiai Abu Muslim

  1. Nayiroh + ? [1]
  2. Mudawwamah + ? [2]
  3. Ali Rosyid + Siti Sa'adah (Menco, Berahankulon, Wedung, Demak) [3]
  4. Zainal Arifin + Uswatun Hasanah (Surabaya)
  5. Zuyyinah + Muali (Menco, Berahankulon, Wedung, Demak)
  6. Siti Maiyah (Maisun) + Azhari (Menco, Berahankulon, Wedung, Demak)
  7. Nur Qosim
  8. Ilyas
  9. Nahrowi
  10. Muznah
  11. Istianah
keterangan: [1] merupakan putri dari Kiai Nurhadi, [2] merupakan putri dari Kiai Suparmono, [3] dan seterusnya merupakan putra-putri dari Kiai Abu Muslim 

Putra-putri Kiai Ali Rodli (Jetak, Wedung, Demak)

Putra-putri Kiai Ali Rodli + Ny. Zubaidah

  1. Sholehah + Hanif Ma'ruf (Jetak, Wedung, Demak)
  2. Fathullah
  3. Abu Sholeh + Badriyah (Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang)
  4. Raudloh + Abdul Malik (Jetak, Wedung, Demak)
  5. Ali Mukarom + Hadratun Na'imah (Kriyan, Kalinyamatan, Jepara)
  6. Muhaimin + Hurin'In (Jali, Bonang, Demak)
  7. Misbahul Munir + Asyrofah (Jetak, Wedung, Demak)
  8. Aminah + Nur Hasyim (Jetak, Wedung, Demak)
  9. Ali Hafidh
  10. Shodiqul Amin + Fauziyah (Tambun, Bekasi)

Saturday, 20 August 2016

Putra-Putri Kiai Basyir Muhsin (Ahmad Salim) - Jetak Wedung Demak

Putra-putri Kiai Basyir Muhsin (Ahmad Salim) + Ny. Imanah & Ny. Sri Maiyah

  1. Khoiriyyah + Habib Muali (Betahwalang, Bonang, Demak), As'ad (Pasir, Mijen, Demak), Cahyono (Jakarta), Khoirul Huda (Jetak, Wedung Demak)*
  2. Saifullah + Shofiyatun (Bandengan, Jepara)
  3. Ali Munir + Khizanatur Rohmah (Perum BPI, Ngaliyan, Semarang)
  4. Ali Miftah + Ainun Ni'mah (Ngadiluwih, Kolak, Kediri)
  5. Anisah + Hambali (Jetak, Wedung, Demak)
  6. Hamidah + Ali Zabidi (Jetak, Wedung, Demak)
  7. Ali Mujab + Alfi Sa'adah (Mutihkulon,Wedung, Demak)
  8. Ali Hanif + Syafaatun (Bandengan, Jepara)
*) satu-satunya putri dari Ny. Inamah

Putra-Putri Kiai Hilaluddin (Purwogondo, Kalinyamatan, Jepara)


Putra-putri Kiai Hilaluddin & Ny. Ma'rufah
  1. Afiyah + Mahfudz Asmawi (Pecangaan, Jepara)
  2. Khodijah +I'thisom Sulhan (Purwogondo, Kalinyamatan, Jepara)
  3. Mukhlis + Siti Maryam (Purwogondo, Kalinyamatan, Jepara)
  4. Mahmudah + Mahsun Durri (Pengkol, Jepara)
  5. Muthi'atul Hidayah + Abdul Kholiq (Sulang, Rembang)
  6. Salmah + M. Hamzah Asyrofi (Jambu, Mlonggo, Jepara)
  7. Mun'imah + Hasan Kamal (Purwogondo, Kalinyamatan, Jepara)
  8. Humaidah + Mustaqim Umar (Tahunan, Jepara)
  9. Luqman Hakim + Muarafah (Purwogondo, Kalinyamatan, Jepara)

Putra-putri Kiai Thoyyib (Babalan, Wedung, Demak)

Putra-Putri Kiai Thoyyib + Ny. Husnah & Ny. Maryam
  1. Shohih + Siti (Semat, Keling, Jepara)*
  2. Ahmad Idris + Fathimah (Babalan,Wedung, Demak)**
  3. Sufiyati + Azali(Nafi'an) (Babalan,Wedung, Demak)**
  4. Maksum + Masruah (Babalan,Wedung, Demak)**
keterangan: *) merupakan putra dari Ny. Husnah, **) merupakan putra-putri dari Ny. Maryam. 

Undangan Walimatul Khitan: Produk AHC Publishing (Cikal Bakal Printing RIFA MAP)


bagi kalian yang takut dibid'ah-bid'ahkan, dikafir-kafirkan, disyirik-syirikkan, kami bersamamu. sebab kreatifitas leluhur kita jauh lebih teruji daripada produk impor yang bernama bid'ah, kafir, sesat, syirik tersebut. maka, bagi agan-agan, yang mau bikin acara sunatan, haul, nikahan, yang di dalamnya ada acara tahlilan, kenduren, atau lainnya bisa memesan pada kami. di atas merupakan contoh dari banyaknya desaign kami.

hubungi, di nomor: 085640790588/085878800192 (sudah termasuk WA), pin BBM: 5FC90917.

Printing RIFA MAP menawarkan bid'ah-bid'ah(kreatifitas) tanpa batas, kecuali pelanggan yang memberi batasannya. harganya terjangkau, murah dan manusiawi. Mari ORDER!

Friday, 19 August 2016

Asiklopedia #2

Asiklopedia #2
* Fakta bahwa di Indonesia paling banyak yang mengeluarkan zakat, masjid dimana-mana, tiap tahun jutaan warga Indonesia bertamasya ke saudi arabia, akan tetapi realitas tersebut tidak selaras dengan pertumbuhan masyarakat makmur dan sejahtera. Malah-malah kandang masyarakat miskin sedunia di Indonesia salah satunya.

Putra-Putri Kiai Choliel Idries

  1. Ruqoyyah[1]
  2. Thoyyib (Babalan, Wedung, Demak)[2]
  3. Hilaluddin (Purwogondo, Kalinyamatan, Jepara)[3]
  4. Masyhadi[4]
  5. Basyir Muhsin (Jetak,Wedung, Demak)[5]
  6. Ali Rodli (Jetak, Wedung, Demak)[6]
  7. Silmun (Menco, Berahanwetan, Wedung, Demak)[7]
  8. Abdullah Faqih (Malang)[8]
  9. Hasan
  10. Husein[9]
  11. Hulaiyyah (Babalan, Wedung, Demak)[10]
  12. Fathinun (Jetak, Wedung, Demak)[11]
  13. Aminah[12]
  14. Farhanah (Tedunan, Kedung, Jepara)[13]
  15. Durriyah (Tedunan, Kedung, Jepara)[14]
  16. Idris Muqthi[15]
  17. Abdullah Waidl[16]
  18. Waidloh[17]
  19. Abdul Haq (Jetak, Wedung, Demak)[18]
  20. Awwabin (Pecangaan, Jepara)[19]
  21. Ali Hafidz (Jetak, Wedung, Demak)[20]
  22. Muayyad (Lamongan)[21]
  23. Abdullah Tha’ib (Jetak, Wedung, Demak)[22]



[1] Meninggal saat lahir dalam prosesi menunaikan ibadah haji.
[2] Memiliki dua istri,  yakni Ny. Husnah dan Ny. Maryam. Dari kedua istrinya hanya melanjutkan sebanyak  empat keturunan.
[3] Istrinya bernama Ny. Ma’rufah, merupakan adik dari Ny. Badriyyah. Melanjutkan sepuluh keturunan.
[4]  Wafat saat masih muda usianya.
[5]  Memiliki nama kecil Salim. Beristri dua dan melanjutkan keturunan sebanyak delapan putra-putri. Istrinya yakni, Ny.Inamah dan Ny. Sri Maiyah.
[6] Merupakan kepala desa Jetak sebelum kepala desa H. Jamal Sulaiman. Istrinya bernama Ny. Zubaedah.
[7] Adalah putri simbah Choliel Idries yang paling banyak memiliki suami, tetapi tidak poliandri, sebanyak empat. Diantara suaminya yakni Nurhadi, Suparmono, Abu Muslim dan Slamet.
[8] Hanya menurunkan dua keturunan.
[9] Hasan dan Husein merupakan anak kembar yang meninggal saat masih usia anak-anak. Hasan yang diasuh oleh sendiri di rumah sementara Husein diasuh mbah Syahid—saat masih menetap di Mutihkulon,Wedung, Demak—. Husein meninggalterlebih dahulu, kemudian baru Hasan.
[10] Hulaiyyah merupakan nama kecil sebelum menunaikan ibadah haji. Setelah melakukan prosesi ibadah haji namanya berganti menjadi Ny. Halimah. Bersuami Mbah Asyrofi dan memiliki keturunan sebanyak sepuluh.
[11] Memiliki keturunan sebanyak sembilan dari suami bernama Ahmad Sa’id.
[12] Meninggal dunia saat proses kelahirannya.
[13] Suaminya bernama Muhtadi dan melanjutkan sebanyak lima keturunan.
[14] Dari pernikahan dengan Irham(sebab hanya menikah sekali) menurunkan enam putra-putri.
[15] Meninggal dunia saat proses dilahirkannya.
[16] idem
[17] idem
[18] Generasi pengasuh ketiga pesantren dan toriqoh peninggalan Simbah Choliel dari keturunan garis pertama Simbah Choliel Idries. Menikah sebanyak tiga kali yakni dengan Ny. Zaenab, Ny. Masruroh dan Ny. Sehah dan meneruskan keturunan sebanyak sembilan.
[19] Menikah dengan Nur Khotijah dan memiliki tiga keturunan
[20] Menjadi Kepala Madrasah Ibtidaiyyah Darussalam 02 Jetak, Wedung, Demak. Beristri Uswatun Hasanah; yang melanjutkan tiga keturunan darinya.
[21] Dari istri Ny. Husniyyah melanjutkan tiga keturunan—sebelum akhirnya meninggal dan diteruskan oleh Ny. Masfufah—. Sementara dari Ny. Masfufah memiliki dua keturunan.
[22] Anak terakhir dari istri terakhir Simbah Choliel Idries yang beristri Badriyyah melanjutkan keturunan sebanyak empat.

Istri-Istri Kiai Choliel Idries

  1.  ? (Babalan, Wedung, Demak)[1]
  2. Ny. Khodijah (Singapura)[2]
  3. Ny. Suwaidah (Jambu, Mlonggo, Jepara)[3]
  4. Ny. Badriyyah (Purwogondo, Kalinyamatan, Jepara)[4]
  5. Ny. Husriah (Purwogondo, Kalinyamatan, Jepara)[5]
  6. Ny. Ngarsinah (Buko, Wedung, Demak)[6]
  7. Ny. Sartipah (Jetak, Wedung, Demak)[7]
  8. Ny. Siti Fathimah (Demeling, Jepara)[8]




[1] Berakhir cerai dan tidak melanjutkan keturunan.
[2] Sampai meninggal dunia menjadi istri beliau dan melanjutkan keturunan.
[3] Merupakan istri madu saat masih bersama Ny. Khodijah. Meninggal dunia ketika proses persalinan putranya—putranya pun ikut meninggal—.
[4] Seorang janda dari Kiai Thohir—yakni paman Simbah Choliel Idries—, yang dinikahi setelah Ny. Suwaidah dan Ny. Khodijah meninggal. Melanjutkan keturunan dan menjadi istri beliau sampai meninggal dunia.
[5] Menjadi istri beliau setelah meninggalnya Ny. Badriyyah dan berakhir pada perceraian.
[6] Dinikahi setelah bercerai dengan Ny. Husriah, menjadi istri sampai akhir hayatnya serta tak memberikan keturunan.
[7] Dinikahi karena beliau melihat kondisi ekonomi Ny. Sartipah yang tergolong tidak mampu, serta status perawan tapi tua. Menjadi istri poligami bersama Ny. Ngarsinah.
[8] Menikah dengan Ny. Siti Fathimah ketika masih memiliki istri Ny. Ngarsinah. Sementara Ny. Sartipah sudah diceraikan—lantaran ketidakcocokan anak-anaknya dalam berinteraksi serta komunikasi—. Ny. Siti Fathimah menjadi saksi kepulangan Simbah Choliel Idris dan menjadi istri terakhir dari Beliau.
Ny. Siti Fathimah merupakan istri yang musababnya bermula ketika Simbah Choliel berdakwah di desa Demeling(Jepara). Tatkala Ny. Ngarsinah masih hidup, Ny. Siti Fathimah bertempat tinggal di Demeling(Jepara). Baru pindah di desa Jetak(Wedung, Demak) ketika Ny. Ngarsinah meninggal dunia.

Ngaji Urip #38

Ngaji Urip #38


" Anyone who denies the law of non-contradiction should be beaten and burned until he admits that to be beaten is not the same as noy to be beaten, and to be burned is not the same as not to be burned "

- Aviecinna (Ibnu Shina)

Thursday, 18 August 2016

Ngaji Urip #36

Ngaji Urip #36


" Kadar Keimanan seseorang tergantung kecintaannya terhadap baginda Muhammad SAW. Kadar Nasionalisme seseorang tergantung kecintaannya terhadap Tanah Air Indonesia. "
- Luthfi bin Yahya

Nasab Keturunan Kiai Choliel Idries dari Jalur Ibu

  1. Kiai Choliel Idris
  2. Syarifah Murthasiyyah
  3. Habib Muhammad Ali (Siripan, Jepara)
  4. Habib Abdullah
  5. Raden Luhy
  6. Raden Kuray
  7. Raden Wangsiding
  8. Raden Tuwan
  9. Raden Suringat
  10.  Kiai Gede Alawiyyan
  11.  Kiai Anis
  12.  Kiai Ageng Sela (Selo, Grobogan)
  13.  Kiai Ageng Tarub (Selo, Grobogan)
  14.  Raden Mahdum Ibrahim (Sunan Bonang-Tuban)
  15.  Raden Ahmad Rahmatullah (Sunan Ampel-Surabaya)
  16.  Sayyid Ibrahim Zainuddin Al Akbar[1] (Tuban)
  17.  Al Amir Sayyid Jamaluddin Al Husein
  18.  Al Amir Sayyid Ahmad Syah Jalal
  19.  Sayyid Abdullah Khan
  20.  Sayyid Abdul Malik Al Muhajir
  21.  Sayyid Alwy Hadramaut
  22.  Sayyid Muhammad Shahibul Mirbath
  23.  Sayyid Ali Kholi’ Qasam
  24.  Sayyid Alwy
  25.  Sayyid Muhammad
  26.  Sayyid Alwy
  27.  Sayyid Ubaidillah
  28.  Sayyid Ahmad Al Muhajir
  29.  Sayyid Isa AsySyakir AnNaqib
  30.  Sayyid Muhammad Jamaluddin
  31.  Sayyid Ali Al ‘Uraidli
  32.  Sayyid Ja’far AshShodiq
  33.  Sayyid Muhammad Al Baqir
  34.  Sayyid Ali Zainal Abidin
  35.  Sayyidina Husein Radliyyallahu Anhu
  36.  Sayyidatina Fathimah Az Zahra’ Radliyyallahu Anha
  37.  Sayyidina Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam


Hingga sampai Nabi Adam 'alaihis salam



[1] Nama lain dari Sayyidn Zainuddin Al Akbar adalah Raden Ibrahim Asmara Qandhi atau Ibrahim AsSamarkand

Nasab Keturunan Kiai Choliel Idries dari jalur Ayah

  1. Kiai Choliel Idris (Jetak, Wedung, Demak)
  2. Kiai Idris (Pongangan, Bonang, Demak)
  3. Kiai Dawud
  4. Kiai Damanhuri
  5. Roro Kasihan
  6. Pangeran Benowo (Pegunungan Kendeng, Pati)
  7. Roro Ayu Maskumambang
  8. Sultan Trenggono (Bintoro, Demak)
  9. Sultan Fatah (Bintoro, Demak)[1]
  10.  Kertawijaya
  11.  Raden Suluh
  12.  Mundi Wangi
  13.  Mundi Sari
  14.  Raden Laliyan
  15.  Rawis Renggono
  16.  Tebu
  17.  Lembu Amiluhur
  18.  Resi Kentuyu
  19.  Gandihawan
  20.  Serima Punggung
  21.  S Jalu
  22.  Panca Deriya
  23.  Citra Suma
  24.  Suma Wicetra
  25.  Gendra Yana
  26.  Jaya Amijaya
  27.  Jaya Darma
  28.  Hudayana
  29.  Parikesit
  30.  Angka Wijaya
  31.  Arjuna
  32.  Pandu
  33.  Habi Washa
  34.  Pula Sara
  35.  Raden Sahri
  36.  Raden Sekutrem
  37.  Raden Sutopo
  38.  Raden Mana Wasa
  39.  Raden Mari Gena
  40.  Sang Hyang Trusthili
  41.  Seri Kati
  42.  Wisnu
  43.  Sang Hyang Guru

Hingga sampai pada Nabi Adam, alaihis salam


[1] Dari Kiai Idris sampai Sultan Fatah bersumber dari penuturan Kiai Abdul Haq Choliel saat Haul simbah Kiai Choliel Idris ke 39

Ngaji Urip #30

Ngaji Urip #30

" Beginilah hidup berkesenian, karena keluar dari konvensi yang ada, terkadang dipandang sebelah mata, terkadang dihina, namun, ketika karya telah berbicara, mereka—orang-orang yang tidak mengerti –hanya akan memandang hasilnya, tidak mengerti betapa "proses" lebih penting. "

Wednesday, 17 August 2016

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html