Monday, 7 November 2016

Pensiunnya Para Malaikat


Oleh: HB. Arafat | Rais Tanfidziyyah Lembaga Pesan-Alid

Dalam tulisan ini, saya tidak sedang melampirkan sebuah fatwa kepada pembaca. Karena saya bukan bagian dari Majelis Fatwa Indonesia (MFI). Saya pun tidak sedang membocorkan gossip dari langit, toh saya tidak tahu tempat tinggal malaikat itu sebenarnya ada di langit atau di bumi. Dalam tulisan ini, saya hanya ingin mengajak pembaca untuk tamasya transdimensi. Mari kita mengandai-andai, bagaimana kalau para Malaikat yang sering kita hafal nama-namanya sewaktu kecil itu, mulai dari Jibril, Mika’il, Israfil, Izrail, dkk pensiun dari profesinya, alias banting sayap. Bagaimana kalau status Malaikat itu hanya sebuah profesi biasa, sebagaimana Gubernur dan Presiden atau Kepala Desa.

Malaikat Jibril dipensiunkan 
         Pertama, saya ingin membahas terlebih dahulu mengenai pensiunnya Malaikat Jibril (Sang Penyampai Wahyu). Emha Ainun Najib, pernah menulis buku berjudul “Tidak, Jibril tidak pensiun”. Namun bagi saya, kiranya Jibril memang telah pensiun atau lebih tepatnya mungkin dipensiunkan. Bukankah, kita semua sudah sepakat bahwa wahyu gusti Allah yang terakhir hanya diberikan kepada Raden Kanjeng Nabi Muhammad, dan tidak ada yang menerima wahyu setelah beliau. Ini artinya, Jibril sudah selesai tugasnya.
       Selain itu, kita pun sejak TPQ/sederajat sudah ditanami pemahaman bahwa malaikat Jibril itu sebatas pemberi wahyu. Bukan penyampai kecerdasan, intuisi, dan sebagainya. Sehingga dengan sendirinya, sistematika akal—bagi otak dan pikiran kita yang linier, menangkap bahwa malaikat Jibril telah pensiun. Karena bentuk-bentuk keistimewaan yang lainnya, selain wahyu tidak diturunkan oleh Jibril. Kecuali kita mau mengakui bahwa Musadeq, Mirza Ghulam Ahmad, Musailamah Al Kazab termasuk dari golongan nabi setelah Nabi Muhammad. Berarti, ya bisa saja Jibril masih punya kerjaan menyampaikan wahyu.

Israfil Pensiun Dini 
      Kedua, tentang pensiunnya Malaikat Israfil (Sang Peniup Terompet). Lagi-lagi, sejak kecil kita sudah disodorkan pengetahuan—bahkan sampai pada tahap pemahaman hingga keyakinan— bahwa malaikat Israfil itu tugasnya meniup terompet sangkakala, sebagai isyarat alam semesta hendak berakhir dan dihabisi oleh Allah untuk diganti dengan alam akhirat. Pertanyaan saya, apa benar tugas Israfil sekadar meniup terompet saat hari akhir? Jika benar demikian, lantas apa yang dilakukan Israfil sampai saat ini? Mungkin, dia tidak melakukan aktivitas apa-apa. Karena dunia masih aman-aman saja. Pertanyaanya, apa Israfil tidak bosan menjadi pengangguran begitu? Jangan-jangan Israfil bosan juga, lalu mengajukan pensiun dini.

Izra’il Kewalahan Lalu ikut-ikutan Pensiun
     Ketiga, Malaikat Izrail (Sang Pencabut Nyawa). Menurut saya, selain Jibril dan Israfil yang berpotensi mengajukan pensiun atau dipensiunkan. Selanjutnya, Malaikat Izrail pun akan ikut-ikutan  pensiun. Kenapa demikian? Coba bayangkan, bagaimana kalau Allah terlampau sering dan terlampau rutin bahkan misalnya setiap sejam menurunkan bencana di suatu daerah, dengan skala yang besar sebagaimana bencana tsunami Aceh. Walah, kalau begitu terus, bisa-bisa Izrail kewalahan mencabuti nyawa-nyawa manusia dengan kuantitas yang mencapai milyaran, dan bahkan triliyunan itu.

Malik dan Ridwan Pengangguran
     Keempat, malaikat Malik dan Ridlwan (Sang Penjaga Surga dan Neraka). Kedua malaikat ini menurut saya, jelas-jelas masih nganggur. Lantaran panggung dunia masih diselenggarakan. Sehingga surga dan neraka belum bisa ditempati dan masih tutup. Nah, ketika masa nganggur ini, sebenarnya tugas Malik Ridwan ini adalah merekap data dan nama-nama yang sudah memenuhi administrasi masuk Surga dan Neraka. Tapi, sayang seribu sayang. Tugas mereka sudah diambil alih oleh Habib Rizqi, Presiden Forum Pemancing Ikan (FPI). Yah, akhirnya Malik Ridwan pun ikut penisun, dan jadi pengangguran disebabkan terlampau kreatif dan aktifnya umat manusia.

Raqib dan Atid Kewalahan
      Nah, menurut saya ada dua malaikat lagi yang berkemungkinan mengajukan re-sign sebagai malaikat. Kedua Malaikat itu adalah Raqib dan Atid (Sang Pencatat amal baik dan buruk). Tentunya, baik-buruknya yang di catat Malaikat itu menurut versi Gusti Allah. Bukan baik buruk menurut manusia, apalagi menurut parpol, ormas, atau media massa. 
    Mengapa mereka berkemungkinan pensiun? Itu semua karena kerjaan PBNU dan RMI-NU yang menggelar kegiatan Pembacaan 1 Miliar Sholawat Nariyah untuk Keselamatan Bangsa di saat Hari Santri Nasional kemarin-22 Oktober. Lalu pertanyaannya, mengapa NU sampai terlibat sebagai penyebab pensiunnya Raqib dan Atid tersebut? Alasannya jelas, karena penyelenggaran acara pembacaan Shalawat Nariyah 1 Milyar tersebut akan membuat Raqib kewalahan mencatat kebaikan yang dilakukan oleh ribuan peserta yang ikut. Raqib kewalahan, harus berkenalan satu per satu dari ribuan, jutaan, bahkan milyaran warga NU dan warga lainnya yang turut serta mengamalkan. 
      Tidak hanya itu saja yang memungkinkan Raqib untuk pensiun. Ada kemungkinan Raqib akan dipidanakan, kalau-kalau ternyata pembacaannya kurang dari 1 miliar. Lalu, siapa yang menanggung kekurangannya? Tentunya Raqib tidak akan bersedia menanggung kekurangan tersebut jika lebih dari 100 digit. Karena dia sudah kelelahan. Apa mungkin Atid yang akan menanggung? Saya rasa tidak. Lantaran Atid sendiri sibuk dengan catatannya mencatat warung kapital, dosa perselingkuhan pejabat, tidurnya dewan di rumah rakyat dan dosa-dosa, keburukan-keburukan yang dilakukan manusia-manusia lainnya. Atid pun mungkin akan bermanufer, agar setan-setan tidak merayu Pedet-PerjuanganPartai TeknokratGolongan Kari Nyolong. Sebab Atid merasa tua dan merasa letih jika harus mencatat triliunan dosa yang dilakukan mereka atas nama rakyat. Tapi, kiranya penulis berharap semoga Raqib dan Atid tidak ikut-ikutan pensiun sebagaimana malaikat-malaikat lainnya. Sebab manusia di muka bumi ini masih butuh tenaga pencatatan dan pengawasan mereka berdua.

0 tanggapan:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html