Wednesday, 13 June 2018

Gerhana Pengetahuan dan Khusufis Sex

Meski kaget mendengar kabar meninggalnya Pak Kaji Jamal, namun saya berusaha mengatur napas kekagetan saya. Khususnya kaget di depan Kang Dul. Bisa-bisa saya ditertawai sejadi-jadinya. Saya paham bahwa hidup manusia itu tidak hanya di alam ruh, alam rahim dan alam dunia saja, tapi masih kaget. Gitu saja kok kaget. Kemudian saya pindah gigi, pindah ke tarikan yang woles bro, agar Kang Dul tak menaruh curiga pada saya yang masih belajar mengenai hidup.

“Kang, ngomong-ngomong malam ini akan terjadi gerhana, lo.” Celetuk saya, mengalihkan perbincangan mengenai kematian dan Pak Kaji Jamal.

“Gerhana malam ini menjadi penanda kegelapan yang akan terjadi di desa Jim. Pak Kaji Jamal itu khalifah yang mampu mengayomi rakyat, dekat dengan rakyat, serta memiliki kharisma tersendiri. Jika alam sedang berhajat, itu tanda bahwa ada salah satu khalifatullah fil ardi atau waliyullah yang sedang dipanggil Gusti Allah menghadap haribaanNya. Namun tidak ada gerhana yang bertahan lama.”

“Bukankah gerhana itu siklus yang pasti akan terjadi, Kang? Sistem tata semesta, rotasi bumi yang berpijak pada dirinya, revolusi bumi yang mengelilingi matahari hidup. Begitu juga bulan yang berotasi pada dirinya, serta mengelilingi bumi yang berputar pada matahari hidup. Jadi bukan sebab karena Pak Kaji Jamal berpulang, Kang.”

Sesekali saya berusaha untuk mendebat Kang Dul, itu pun disertai kekhawatiran kalau-kalau nanti kang Dul menjawab tidak sesuai yang saya bahas. Efeknya, pikiran saya akan mengalami dislinearisasi. Namun teori yang saya kemukakan kepada Kang Dul hanyalah pengetahuan baru yang lahir kisaran abad 17 M. “Ar Rahman. Melekatkan informasi dalam Qur’an. Menciptakan manusia. Melekatkan komunikasi. Matahari dan bulan dalam satu sistem.”[1] Tambah saya guna memperkuat pendapat.

“Apa kamu tahu mengapa Allah menyuruh kita untuk sholat gerhana serta memperbanyak istighfar tatkala gerhana terjadi?” Kang Dul balik bertanya, tampaknya ia menyentil saya yang sok-sokan mengutip ayat al Qur’an.

“Tidak tahu, Kang.” Jawab saya sekadarnya. Sebab sebenarnya saya banyak ketidaktahuannya dari banyaknya pengetahuan. Padahal pengetahuan hanyalah permukaan dari samudera ilmu. “Saya banyak tidak tahunya Kang. Kanjeng Nabi pernah ngendikanAku kotanya ilmu dan Ali pintunya.[2] Lalu saya dimananya? Barangkali sejarak matahari ke bumi yang menutupi rembulan, Kang.” Lanjut saya.

“Allah menyuruh hambanya untuk mendirikan sholat khusufil qomari dan istighfar yang banyak itu sebab dahulu ada suatu bangsa yang mendirikan khusufis sex, maksudku pesta seks dan minuman keras saat terjadi gerhana.” Tutur Kang Dul sembari mematikan rokok batang pertamanya di hisapan terakhir. Kemudian ia tertawa sendiri.

Selasa Kliwon, 15 Dzulqo’dah 1438/ 8 Agustus 2017
-
[1]
Ayat Al Qur’an surat Ar Rahman: 1-5.
الرحمن. علم القران. خلق الانسن. علمه البيان. الشمس والقمر بحسبا ن.
[2]
Hadits yang diriwayatkan oleh Al Hakim dalam kitab Al Mustadrak Ash Shahihain jilid III hal 126. Meski ada beberapa pendapat Ulama’ yang mengatakan bahwa hadits ini dhoif dan maudhu’. Tapi bagi saya pribadi, selama tidak membuat kita mencelakai manusia dan makhluk lainnya, sah-sah saja hadits dhoif maupun maudhu’ dijadikan sebagai referensi.
حدثنا أبو العباس محمد بن يعقوب ثنا محمد بن عبد الرحيم الهروي بالرحلة ثنا أبو الصلت عبد السلام بن صالح ثنا أبو معاوية عن الأعمش عن مجاهد عن بن عباس رضي الله تعالى عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أنا مدينة العلم وعلي بابها فمن أراد المدينة فليأت الباب.

0 tanggapan:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html