Thursday, 7 June 2018

Wa La Tansa Nashibaka Minad Dunya



Tukang service sehabis sholat dikeroyok dan dibakar hidup-hidup. Al-Quds dibantai teroris-teroris yang katanya zionis. Bangsamu mengadakan dzikir kebangsaan. HT mendukung pemerintah Pak dhe Joko. Mbah Nun diadu dengan NU. Sesama ormas saling dibenturkan. Kecelakaan beruntun di jalan raya Kudus-Pati. Meriahnya HUT RI ke-72 di desa Jetak Wedung Demak. Sampai berita Neymar pindah ke PSG.

Kalimat-kalimat di atas adalah judul berita yang akhir-akhir ini marak diperbincangkan manusia di lingkungan kita. Semua manusiatidak semua itu semua, semua juga bisa memiliki makna sebagianseragam memperbincangkan judul-judul tersebut. Semua manusia serempak memikirkan hajat-hajat yang tentu bukan hajat mereka, sehingga mereka lupa hajatnya sendiri. Baik skala nasional, lokal, kecamatan, desa, internasional, jin, setan, dhemit, sampai para malaikat pun ikut dibingungkan oleh tingkah manusia.

Setelah berkumpul, mempergunjingkan, ngalor-ngidul tanpa solusi, mereka pulang dengan kehampaan dirinya. Mereka lupa, mereka belum kaya, juga belum ijin Tuhan, belum selesai urusannya, mereka sedih sendiri. Mereka ketakutan hidup di dunia. Mereka menangis dengan nasibnya di dunia. Mereka mencari-cari sesuatu yang bisa membuat mereka tidak takut, tapi mereka tidak tahu harus mencari apa. Yang mereka tahu hanya ketakutan yang diwartakan, kegelisahan yang disuguhkan dunia.

Berangkat dari itu, saya meminjam salah satu petuah Mbah Sujiwo Tejo, menghina Tuhan tak perlu dengan umpatan dan membakar kitab suci. Khawatir besok tidak bisa makan saja, itu sudah menghina Tuhan.” Maka tak perlu lah kita menangisi apapun yang terjadi di dunia. Tak perlu mencitrakan diri sebagai yang paling solidaritas, paling toleran, dan yang paling paling lainnya, meski itu baik. Sebelum engkau selesai pada dirimu terlebih dahulu. Cukuplah tak perlu takut besok-tidak-bisa-makan dengan bekerja, meng-kaya-kan diri. Syukur-syukur keluargamu engkau sertakan. Syukur-syukur tetangga di lingkunganmu engkau ajak.

Biarlah Mendikbodo gaduh dengan FDSnya. Biarlah rektor Universitas Negeri Sembarangan ribut dengan presiden BEM dan aktifis kampusnya. Mari selesaikan nasibmu dahulu, sehingga tak ada lagi kekhawatiran dan ketakutan di dunia. Selesaikan dulu.

Sabtu Pahing, 12 Dzulqo’dah 1438/ 5 Agustus 2017
-
[1]
Judul ini merupakan tema majlis masyarakat maiyah: Mocopat Syafaat, Juli 2017.
Selain itu adalah penggalan ayat Al Qur’at surat Al Qasas: 77.
وابتغ فيما اتك الله الدار الاخرة ولا تنس نصيبك من الدنيا واحسن كما احسن الله اليك ولا تبغ الفساد فى الارض قلى ان الله لايحب المفسدين.

0 tanggapan:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html